Seorang majikan wanita yang telah menulis di media sosial bahwa dia melarang pembantu Filipin nya berbicara secara langsung dengan majikan laki-lakinya, telah menyebabkan sebuah diskusi sengit antara para pengguna Internet.

Wanita tersebut mengatakan bahwa dia telah memberlakukan peraturan dari hari pertama, menurut Sky Post, yang menambahkan bahwa sang wanita selalu bertindak sebagai orang tengah untuk setiap komunikasi yang terjadi antara “Sir” (panggilan umum untuk majikan laki-laki di luar negri) dan pembantunya.

Dia melanjutkan bahwa pada awalnya sang pembantu sempat melanggar peraturan ini, lalu kemudian dia bentak, dan setelah itu, pelanggaran terhadap peraturan “jangan berbicara kepada Sir” tidak pernah diulangi lagi.

Salah satu sahabatnya sendiri mengatakan kepada sang wanita bahwa dia telah melanggar hak asasi pembantunya dan komentar ini membuatnya marah dan bersikeras bahwa dia adalah bosnya dan untuk itu berhak membuat peraturan rumah apapun yang dia suka.

Para pengguna Internet lainnya pun menghantamnya dengan komentar-komentar yang menudingnya sebagai majikan yang arogan, yang memperlakukan pembantunya seperti seorang budak.

Namun, Joan Tsui Hiu-tung, dari Kelompok Dukungan bagi Majikan-majikan Hong Kong, setuju dengan pengaturan aturan kerja dan lainnya oleh satu orang pembuat keputusan di dalam sebuah rumah, oleh karena ini dapat mencegah terjadinya konflik dalam perintah-perintah yang diberikan kepada pekerja rumah tangga.

Tsui berkata bahwa dia mendengar dari beberapa majikan laki-laki yang mengatakan mereka tidak tahu caranya mengatasi situasi-situasi seperti saat seorang pekerja rumah tangga mengeluh atau menangis saat mengutarakan sebuah permintaan.

Kepala Persatuan Agen-agen Tenaga Kerja Hong Kong Thomas Chan mengatakan beberapa majikan perempuan takut suami mereka memiliki hubungan gelap dengan pembantunya, dan ini menyebabkan mereka memberlakukan peraturan rumah yang keras.

Chan menambahkan, jenis majikan seperti ini biasanya sangat sering berganti pembantu. Dia juga mengingatkan untuk para pembantu rumah tangga untuk selalu memberitahukan apapun yang berhubungan dengan mereka kepada majikan perempuan untuk mencegahnya menjadi cemburu.

Original: Bossy female employer forbids maid from talking to ‘Sir’