Seorang pria berusia 55 tahun yang memiliki banyak catatan kriminal pelecehan seksual dijatuhi hukuman 15 bulan penjara oleh Pengadilan Negara Singapura Selasa kemarin setelah mengaku bersalah atas tiga tuduhan “merusak kesopanan” dua orang wanita asal Indonesia pada bulan Juli tahun lalu.

Tersangka, Tan Yew Song, yang pernah menjalani hukuman atas tindakan kriminal yang sama di tahun 1983, 1988, 1992, 1998, 2001, 2015 dan 2016, dituduh melecehkan dua orang pekerja migran Indonesia berusia 32 dan 37 tahun pada tanggal 21 Juli 2017, Yahoo News Singapore melaporkan.

Kedua pekerja rumah tangga tersebut sedang mengobrol sementara menjaga dua orang anak kecil dan seorang majikan perempuan yang duduk di kursi roda di sebuah aula serba guna di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka pada pukul 2 siang pada hari itu.

Menurut laporan, Tan menghampiri kedua PMI tersebut dan berusaha untuk bergabung dalam pembicaraan mereka, namun kedua wanita asal Indonesia tersebut tidak dapat mengerti perkataan Tan.

Kemudian pria tersebut tiba-tiba menaruh kedua lengannya disekeliling pinggang salah satu pekerja migran tersebut dan mulai meraba-rabanya.

Korban pun segera menghentikan pria tersebut dengan berteriak kepadanya. Tersangka kemudian lari, namun beberapa saat kemudian muncul kembali dan memukul bokong bagian kanan dari pekerja migran yang lainnya sebelum berjalan meninggalkan kedua korban.

Sepuluh menit kemudian, Tan muncul kembali dan mendekati wanita kedua yang dilecehkannya dan tiba-tiba meremas payudara bagian kiri wanita tersebut. Kedua wanita pun segera menghubungi polisi.

Saat polisi sampai di tempat kejadian perkara, tersangka diduga berusaha melarikan diri namun gagal.

Menurut laporan yang ada, tersangka cukup dikenal suka nongkrong dan “mengganggu” orang lain di daerah tersebut.

Original: Man gets 15 months jail for molesting Indonesian maids