Lima orang polisi dan seorang tahanan tewas terbunuh didalam sebuah kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Kelima orang polisi yang sempat disandera tersebut tewas dibunuh oleh sejumlah narapidana terorisme didalam kerusuhan yang berjalan selama 36 jam dimulai sejak Selasa malam.

Menurut laporan yang ada, korban tahanan terpaksa ditembak mati karena menyerang dan berusaha merebut senjata petugas.

Kerusuhan tersebut melibatkan sebanyak 155 narapidana yang mendukung ISIS, The Straits Times melaporkan.

Kelima polisi yang terbunuh adalah anggota pasukan khusus anti terorisme. Leher kelimanya digorok oleh para narapidana tersebut.

Jurubicara Polri Muhammad Iqbal mengatakan bahwa kerusuhan dipicu oleh amukan seorang narapidana yang merasa adanya titipan makanan dari keluarga narapidana yang tidak disampaikan. Dia kemudian memprovokasi sehingga narapidana terorisme lainnya melakukan perlawanan dan menguasai tiga blok sel serta sejumlah senjata, serta menyandera enam polisi.

Sandera terakhir dibebaskan para tahanan dalam kondisi hidup namun luka-luka. Empat polisi lainnya juga mengalami luka-luka dalam kerusuhan yang akhirnya selesai pada Kamis pagi saat para tahanan pun akhirnya menyerahkan diri.

“Kami telah meminimalkan jumlah korban. Operasi berakhir pada pukul 7:15 pagi,” demikian ungkap Wakapolri Komjen Syafruddin.

Original: Five police, inmate dead in prison riot in Indonesia