Mengutip kendala budaya dan agama, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika masih belum menandatangani proyek konstruksi tiang pancang tertinggi di dunia untuk membawa saluran transmisi tegangan tinggi melintasi selat sepanjang 2,6 kilometer yang memisahkan Pulau Jawa dan pulau dewata tersebut.

Pemerintah pusat mengakui bahwa Pastika telah mendengarkan keluhan bahwa proyek tersebut akan mengusik kesucian Pura Segara Rumpek yang terletak di bagian barat laut Bali.

Pastika sudah tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, namun calon gubernur Wayan Koster, seorang legislator PDI Perjuangan, telah berbicara menentang proyek tersebut menjelang pilkada serentak di seluruh Indonesia Juni ini.

Tradisi agama Hindu dan modernitas seringkali bertabrakan, seperti yang terjadi dalam upaya yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini, untuk meningkatkan daya listrik yang hanya sebesar 1,300 megawatt (MW) di Bali, yang sering dilanda mati lampu.

Kuta, Bali, Indonesia - November 22, 2016: The main street in the city of Seminyak in Bali during a cloudy day. Restaurants and shops next to the street.
Power lines criss-cross the main street in the city of Seminyak, Bali, November 22, 2016. Photo: iStock/Getty Images.

Proyek ini diharapkan dapat menambah daya listrik sebesar 1,500 MW di Bali, atau sekitar dua kali daya yang saat ini disediakan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 380 MW, tiga stasiun bahan bakar gas dan satu stasiun bahan bakar diesel, serta lewat hubungan antara kapal selam dengan jaringan Jawa sebesar 220 MW.

Meskipun pulau ini memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk melestarikan budayanya dalam menghadapi jumlah wisatawan yang terus meningkat, larangan mengeksploitasi potensi panas bumi sebesar 320 MW dari pulau tersebut masih tetap ada, dan disertai dengan pembatasan tinggi bangunan di Bali membuat pembangunan fasilitas umum di provinsi tersebut menjadi sebuah problema.

Para pemimpin masyarakat tradisional disana hanya akan memberikan lampu hijau apabila sebuah proyek dilakukan dibawah atau setara dengan jalanan, karena menurut tradisi yang ada, apabila sebuah proyek dilakukan diatas, maka akan mengijinkan manusia untuk melewati diatas ketinggian sebuah pura, yang mana dipandang sebagai leteh, atau artinya tidak suci – sekalipun ini tidak secara langsung berada di sekitar pura yang dimaksud.

Original: Bali struggles to keep the lights lit