Lebih dari 40 pekerja asing baru-baru ini melakukan protes didepan kantor pusat Kementrian Tenaga Kerja Taiwan di ibukota Taipei mengenai penggunaan asrama pekerja di area pabrik, setelah dua kebakaran di kota Taoyuan merengut nyawa delapan buruh migran dan enam warga negara Taiwan dalam enam bulan belakangan ini.

Para pekerja yang berasal dari Indonesia, Filipin dan Vietnam ini melakukan protes oleh karena kecemasan mereka terhadap kurangnya standar keamanan di asrama-asrama pekerja pabrik tersebut. Wu Ching-ju dari Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan mengatakan bahwa pemerintah Taiwan hanya melakukan sedikit saja untuk meningkatkan akomodasi para pekerja ini menjadi lebih baik sekalipun telah terjadi beberapa insiden yang telah memakan korban.

Enam pekerja migran asal Vietnam yang dipekerjakan oleh pabrik perusahaan Sican tewas pada bulan Desember setelah terjadi kebakaran di pabrik tersebut, The United Daily News melaporkan.

Empat bulan kemudian kebakaran terjadi di sebuah fasilitas milik perusahaan Chin Poon, juga di kota Taoyuan, dan merengut nyawa dua pekerja migran asal Thailand serta enam petugas pemadam kebakaran Taiwan yang berusaha menyelamatkan dua pekerja migran tersebut. Semua korban ini terjebak didalam pabrik.

Ada sekitar 700,000 pekerja migran di Taiwan, 400,000 diantaranya bekerja di pabrik. Kebanyakan dari pekerja pabrik ini ditempatkan di asrama tempat tinggal yang tidak aman, yang biasanya berada didalam kompleks pabrik, menurut Jaringan Tenaga Kerja Migran di Taiwan.

Huang Wei-cheng, seorang kepala bagian di Badan Pengembangan Ketenagakerjaan dari Kementrian Tenaga Kerja, mengatakan bahwa pemerintah Taiwan sedang mempertimbangkan untuk membuat peraturan larangan menggunakan asrama yang berada dalam pabrik bagi para pekerja migran, Taiwan Times melaporkan.

Dia menegaskan bahwa masalah ini akan dikemukakan dalam pertemuan antara Kementrian Tenaga Kerja, Kementrian Ekonomi serta Kementrian Dalam Negri pada bulan Juni. Namun dia tidak dapat memberikan konfirmasi apakah organisasi-organisasi tenaga kerja akan diundang dalam diskusi tersebut seperti telah diutarakan oleh pihak organisasi.

Huang menambahkan bahwa Kementrian Tenaga Kerja sedang menterjemahkan undang-undang dan peraturan yang menyangkut keamanan serta hak dan kewajiban dari para pekerja migran ke dalam berbagai bahasa para pekerja tersebut. Hukum dan peraturan yang bersangkutan ini akan disediakan secara online sesegera mungkin.

Original: Foreign employees protest over ‘unsafe’ factory dormitories