Seorang pembantu asal Myanmar dijatuhi hukuman penjara selama 10 minggu oleh sebuah pengadilan di Singapura pada hari Selasa setelah mengaku bersalah telah menggigit pipi dan daun telinga bayi berusia enam bulan yang dijaganya pada bulan Desember tahun lalu karena dia tidak tahan mendengar tangisan sang bayi.

Pembantu yang bernama Mya Pwint Phyu tersebut dituntut dengan satu tuduhan pelanggaran Undang-Undang Anak dan Orang Muda, menurut laporan berita surat kabar Singapura Lianhe Zaobao.

Pengadilan mengetahui bahwa saat kejadian, pembantu tersebut sedang sendiri dan hanya bersama sang bayi di apartemen majikannya di Lakeside Drive pada sore hari, tanggal 28 Desember, 2017.

Saat pembantu itu sedang membersihkan kamar, bayi laki-laki tersebut mulai menangis dan sang pembantu pun berhenti membersihkan kamar untuk menghibur bayi yang ternyata tidak berhenti menangis. Pembantu itu kemudian menggigit sang bayi di bagian pipi sekali dan di bagian telinga sekali, dan ini membuat bayi tersebut menangis lebih kencang.

Tak lama kemudian, kakek sang bayi mengunjungi rumah mereka dan menanyakan kepada pembantu tersebut mengenai tanda bekas luka gigitan yang tampak seperti luka lebam di wajah bayi itu. Pembantu itupun mengakui perbuatannya.

Sang kakek pun segera memberitahukan kepada ayah sang bayi yang kemudian segera melaporkan kasus ini kepada polisi.

Original: Maid jailed 10 weeks for biting infant’s cheek and earlobe