Sekitar 39 persen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah terpapar paham radikal, menurut hasil sebuah survey yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

BIN mengatakan bahwa hasil penemuan terakhir mereka menunjukkan sebuah peningkatan dalam ideologi keagamaan yang bersifat konservatif semenjak kelompok-kelompok radikal mulai menargetkan gerakan mereka kearah kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia, The Straits Times melaporkan.

Survey tersebut dilakukan disebuah acara kampus perguruan tinggi di Semarang, Jawa Tengah yang dihadiri oleh lebih dari 270 pemimpin mahasiswa. Kepala BIN Budi Gunawan menegaskan bahwa ancaman radikalisme di kalangan mahasiswa cukup tinggi.

“Ini menegaskan bahwa lingkungan kampus telah menjadi sasaran kelompok-kelompok radikal yang mencoba memobilisasi calon teroris baru,” demikian ungkapnya.

Gunawan menambahkan bahwa pihaknya sedang memonitor secara khusus tiga perguruan tinggi yang dianggap berisiko menjadi basis radikalisme. Dia mengatakan mahasiswa tidak boleh digunakan oleh kelompok radikal untuk menghancurkan struktur masyarakat Indonesia.

Original: Radical groups targeting college students in Indonesia