Penolakan yang telah lama pemerintah Indonesia pertahankan terhadap pengakuan pemerintah Australia yang mengklaim batas laut yang tidak jelas antara kedua negara tersebut telah menjadi masalah diplomasi yang cukup serius setelah terjadinya sengketa paralel di negara tetangga Timor Leste, juga dikenal sebagai Timor Timur.

Jakarta bersikeras bahwa persetujuan Timor yang dimaksud, yang berpengaruh pada jurisdiksi cadangan sumber daya alam dan bernilai milyaran dollar US dalam bentuk ladang-ladang gas alam perusahaan Greater Sunrise, akan membatalkan perjanjian garis demarkasi batas wilayah zona ekonomi ekslusif (ZEE) antara Indonesia dan Australia yang dibuat pada tahun 1997.

Dirjen Kemenlu untuk Urusan Hukum dan Perjanjian Internasional, Damos Agusman, mengatakan bahwa Perjanjian Perth, yang tidak pernah diratifikasi oleh Indonesia, “tidak dapat diberlakukan karena sekarang wilayah tersebut meliputi wilayah yang sekarang adalah milik TL [Timor Leste], dan merupakan objek konsiliasi.”

Detil dari kesepakatan Timor Leste yang dimaksud sampai saat ini belum juga dikeluarkan, namun diperkirakan kesepakatan yang dimaksud telah menarik kembali garis batas dengan Australia sampai pertengahan jarak antara kedua negara dan bukan tergantung pada Wilayah Pengembangan Minyak Bersama (JPDA) yang menempatkan ladang-ladang gas terbaik dari Greater Sunrise dalam genggaman Australia, yang dipercaya menyimpan cadangan sumber daya alam yang bernilai setidaknya US$31,5 milyar.

Sekitar 80 persen dari Greater Sunrise akan tetap berada dalam wilayah Australia jika perbatasan hanya dipindah tepat di pertengahan jarak yang sama antara kedua negara.

Sementara itu, untuk Timor Leste mendapatkan keuntungan maka JPDA juga harus digeser ke sebelah timur, membawanya ke perairan Indonesia. Timor Leste dan Indonesia memiliki persetujuan batas wilayah dengan jarak yang sama untuk wilayah kedua kedua negara di wilayah regional bagian timur tersebut.

Indonesia pun telah meresponinya sesuai dengan yang diperkirakan: mereka menghendaki adanya negosiasi untuk persetujuan batas wilayah dengan jarak yang sama dengan Australia, yang berarti akan mendorong batas wilayah mereka terus ke selatan dan memberikan Indonesia bagian sebesar 80 persen dari Greater Sunrise. Menurut laporan, wilayah yang dihendaki ini memiliki jarak yang lebih dekat dengan wilayah Indonesia daripada Australia.

Original: Australia-Indonesia border tensions resurface