Lebih dari 100 pembantu rumah tangga asal Bangladesh yang telah menjadi korban pemukulan serta pelecehan seksual di Arab Saudi telah kembali ke negara mereka.

Para pembantu yang pergi ke Arab Saudi untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka tersebut mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual dan dianiaya oleh majikan mereka. Beberapa diantara mereka bahkan diperkosa dan dipaksa bekerja sebagai obyek perdagangan seks, Carbonated.TV melaporkan.

Seorang pembantu bernama Robina, 21, yang telah bekerja di Arab Saudi selama enam bulan, mengatakan bahwa majikannya beberapa kali melecehkannya secara seksual. Robina menambahkan bahwa majikannya juga memukulnya setiap kali dia mencoba untuk melawan.

Shariful Hasan, seorang anggota BRAC, sebuah organisasi non-pemerintah yang menolong pekerja Bangladesh korban pelecehan, mengatakan bahwa kebanyakan dari pembantu yang kembali dari Arab Saudi telah menjadi korban pelecehan.

“Hampir semua dari mereka telah menjadi korban pelecehan, baik secara seksual, fisik atau dalam bentuk gaji yang tidak dibayar,” demikian ungkap Hasan. “Orang Arab Saudi tahu saat mereka menyiksa seorang perempuan Bangladesh, tidak akan terjadi apa-apa terhadap pelaku,” tambahnya.

Telah ada begitu banyak laporan mengenai pembantu rumah tangga dari berbagai macam negara yang dilecehkan dan diperlakukan tidak baik oleh majikan mereka di Arab Saudi.

Kedutaan Bangladesh dan organisasi-organisasi non-pemerintah yang ada di Arab Saudi telah berbulan-bulan melakukan pertolongan kepada para korban dan akhirnya di awal minggu ini berhasil mengirim kembali 100 korban ke kampung halaman mereka.

Pada bulan Maret 2017, sekitar 300 warga negara Indonesia yang mencari pekerjaan di Arab Saudi didapati dikurung dalam sebuah tempat penampungan sementara oleh sebuah perusahaan perekrutan tenaga kerja di Riyadh. Orang-orang ini pun mengalami pelecehan dan menjadi korban perdagangan manusia, The Jakarta Post melaporkan.

Beberapa korban bahkan dilaporkan dibunuh dan jasadnya dibuang. Polisi setempat melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini, namun sampai hari ini tidak diketahui apakah hukuman telah dijatuhi bagi para pelaku.

Original: Over 100 ‘abused’ Bangladeshi maids return from Saudi Arabia