Lebih dari 600 pekerja migran wanita telah menjadi korban pelecehan seksual di Taiwan selama enam tahun belakangan ini, kebanyakan dari mereka adalah pekerja rumah tangga, menurut sebuah laporan yang membuat pemerintah lokal meningkatkan usaha mereka untuk melindungi para pekerja migran wanita di negara tersebut.

Badan investigasi pemerintah Taiwan mendorong berbagai departemen pemerintahan di negara itu untuk meningkatkan usaha mereka dalam melindungi hak-hak wanita.

Wang Mei-yu, seorang anggota Control Yuan, salah satu dari lima badan pemerintahan Taiwan, mengatakan bahwa antara 2012 sampai Februari 2018, sebanyak 633 pekerja migran wanita telah menjadi korban pelecehan seksual, dan lebih dari 70 persennya adalah pekerja rumah tangga, United Daily News melaporkan.

Jumlah korban sebenarnya bahkan diperkirakan jauh lebih banyak, mengingat beberapa korban memilih untuk menerima perlakuan tersebut dengan pasrah atau melarikan diri dari majikan yang melecehkan mereka oleh karena sukarnya bagi mereka yang tinggal di rumah majikan untuk melaporkan kasus pelecehan yang menimpa mereka atau mereka takut untuk membatalkan kontrak kerja.

Wang mengatakan berbagai departemen pemerintah harus meningkatkan usaha mereka untuk melindungi hak-hak para pekerja migran, termasuk dengan melakukan pemeriksaan mengapa ada begitu banyak kasus pelecehan seksual terjadi, menyediakan layanan psikoterapi bagi korban pelecehan seksual, serta meningkatkan kepekaan petugas kepolisian saat menangani kasus dan permasalahan yang menyangkut tenaga kerja.

Dia menambahkan bahwa diperlukan adanya kerjasama antara Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementrian Tenaga Kerja, serta Badan Kepolisian Nasional dalam memeriksa kasus dugaan pelecehan seksual, yang memang cukup sering menjadi sebuah alasan saja bagi beberapa pekerja yang ingin mengganti kontrak kerja mereka.

Pada akhir tahun lalu, jumlah total pekerja migran di Taiwan adalah 674,000 jiwa – 34 persen datang dari Indonesia, 25 persen dari Vietnam, 20 persen dari Filipin dan 10 persen dari Thailand.

Original: More than 600 female migrants sexually assaulted