Seorang anggota parlemen pro-Bejing telah meminta pemerintah Hong Kong untuk menyediakan lebih banyak pusat-pusat pertemuan dan aktifitas untuk hari libur bagi pekerja rumah tangga yang ada di kota tersebut supaya mereka tidak berkumpul di tempat umum, yang mana dapat berdampak kepada kehidupan sehari-hari penduduk Hong Kong yang lainnya.

Legislator Partai Rakyat Baru Eunice Yung Hoi-yan mengatakan bahwa “masalah” yang disebabkan oleh kerumunan pekerja rumah tangga di tempat-tempat umum di Hong Kong telah berjalan bertahun-tahun lamanya dan sekarang sudah menunjukkan sebuah kecenderungan yang semakin parah. Yung mengatakan hal tersebut dalam sebuah pertanyaan yang dia sampaikan di sebuah pertemuan Parlemen Hong Kong pada hari Rabu.

Dia menekankan bahwa di hari libur mereka, para pembantu berkumpul dalam jumlah yang besar di taman-taman, jembatan penyebrangan serta tempat-tempat kosong di bawah jalan layang, dimana mereka duduk, makan dan tidur, dan ini dapat membawa dampak kepada keseharian dari kehidupan serta usaha warga lainnya di Hong Kong.

Dia menambahkan bahwa hal ini juga telah meningkatkan masalah kebersihan umum.

Yung menanyakan apakah pemerintah Hong Kong bersedia untuk mempertimbangkan penyediaan lebih banyak pusat-pusat pertemuan dan aktifitas di berbagai wilayah kota tersebut untuk kenyamanan para pekerja rumah tangga.

Meresponi pertanyaan Yung, Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hong Kong Dr. Law Chi-kwong berkata saat ini tidak ada rencana untuk menyediakan pusat-pusat aktifitas baru bagi para pekerja rumah tangga di Hong Kong seperti yang dibuka oleh pemerintah di Kennedy Town pada tahun 1994.

Namun Law mengakui bahwa para pekerja rumah tangga ini telah memberikan kontribusi yang penting kepada perkembangan kota Hong Kong karena mereka membantu keluarga-keluarga lokal dalam kesibukan pekerjaan rumah tangga dan mereka menjaga anak-anak kecil serta orang-orang tua dari keluarga-keluarga ini, sehingga memampukan potensi tenaga kerja lokal itu sendiri.

Seorang pekerja rumah tangga asal Filipin bernama Marilo mengatakan kepada Apple Daily bahwa dahulu dia dan teman-temannya berkumpul di sebuah mal perbelanjaan, namun para karyawan di mal tersebut mengusir mereka kecuali mereka membeli sesuatu. Dia berharap pemerintah dapat menyediakan beberapa tempat untuk para pekerja rumah tangga berkumpul di hari libur.

Wong Hon-leung, seorang anggota Federasi Persatuan Pekerja Rumah Tangga Asia Hong Kong, berkata bahwa mayoritas warga Hong Kong memiliki empati terhadap pekerja rumah tangga karena mereka tahu para pembantu hanya memiliki satu hari libur per minggu.

Kepala Serikat Pekerja Progresif Shiella Estrada menegaskan bahwa pekerja rumah tangga adalah sama dengan warga Hong Kong lainnya yang ingin ke gereja atau istirahat di taman di hari libur mereka, ditambah dengan kenyataan bahwa para pekerja rumah tangga ini tidak mampu untuk menyewa tempat untuk berkumpul.

Menurut Estrada, Serikat Pekerja Progresif ini pun telah meminta pemerintah untuk menyediakan lebih banyak tempat untuk melakukan berbagai macam kelas pelatihan bagi para pekerja rumah tangga, namun pihaknya belum menerima respon balasan dari pemerintah.

Original: Lawmaker urges action on maids clustering in public areas