Seorang wanita Hong Kong tidak membayar gaji pembantunya yang berasal dari Filipin selama dua minggu sang majikan berliburan, mengira bahwa pembantunya juga akan mengambil libur selama dua minggu di waktu yang bersamaan.

Majikan tersebutpun malu saat dia mengetahui bahwa pembantunya ternyata tetap tinggal di apartemennya dan terus melakukan pekerjaannya sebagai pekerja rumah tangga selama dua minggu tersebut.

Lagring, 36, mengatakan bahwa majikannya telah memberinya ijin untuk meninggalkan apartemen tempat tinggal mereka selama sang majikan pergi berlibur di Kanada, sunwebhk.com melaporkan.

Namun Lagring tetap tinggal di rumah dan terus bekerja. Saat majikannya kembali, dia mengatakan kepada sang pembantu bawa dia tidak akan memberikan bayaran gaji untuk dua minggu tersebut karena mengira bahwa Lagring juga mengambil libur.

Lagring mengatakan bahwa majikannya seharusnya menjelaskan apabila memang dia harus mengambil libur daripada tetap tinggal dan bekerja.

“Saya tetap bersihkan rumah, lampu-lampu, dinding, tutup dan filter AC, dan saya bahkan bersihkan tirai,” demikian ungkap Lagring.

Sang majikan pun dibuat malu atas kesalahpahaman ini dan akhirnya membayar kembali dua minggu gaji Lagring.

Di Hong Kong, banyak majikan membicarakan rencana liburan mereka dengan para pembantunya jauh-jauh hari sehingga pembantu mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil libur tahuran mereka dan mengunjungi keluarga di kampung halaman.

Original: Employer embarrassed for not paying maid’s salary