Seorang pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai nelayan dilaporkan hilang setelah ditusuk dan dilempar keluar dari kapal ditengah-tengah laut oleh rekan senegaranya dalam sebuah pertikaian yang terjadi Kamis lalu dalam sebuah kapal memancing ikan yang terdaftar di Pulau Lamay, Wilayah Pingtung, Taiwan.

Pertikaian tersebut dilaporkan terjadi saat kapal Taiwan tersebut berada disebelah timur laut Guam.

Saat kapal Ming Man Hsiang No. 38 tersebut berada disekitar 530 mil laut di timur laut Guam, seorang nelayan asal Indonesia yang bekerja sebagai tukang masak didalam kapal tersebut dilaporkan hilang, sementara seorang rekan yang juga merupakan warga negara Indonesia terlihat dengan luka goresan pisau yang masih segar ditangannya, The United Daily News melaporkan.

Kapten kapal tersebut, yang adalah seorang warga negara Taiwan, akhirnya mengetahui bahwa kedua WNI tersebut sempat bertikai dan yang satunya telah menikam yang lainnya serta mendorong korban ke lautan bebas.

Melihat keadaan emosional yang tidak stabil dari pelaku yang segera ditahan oleh kru kapal lainnya, sang kapten pun mengajukan permohonan ijin khusus kepada Dinas Perikanan dari Dewan Pertanian Taiwan untuk dapat segera kembali ke darat demi keamanan 10 kru kapal lainnya, yang semuanya juga warga negara Indonesia, serta seorang kepala teknisi berwarga negara Taiwan.

Praktek umum yang sesuai dengan peraturan yang ada adalah untuk sebuah kapal tetap tinggal di daerah yang bersangkutan selama setidaknya 72 jam untuk mencari seseorang yang hilang.

Dinas Perikanan pun memberikan ijin untuk kapal tersebut kembali ke darat dan kemudian mengerahkan kapal Shun Man Fa No. 2, yang saat itu sedang ada didaerah sekitar, untuk melakukan pencarian kru Indonesia yang hilang tersebut.

Sampai kepada dimuatnya laporan berita ini, masih belum jelas apakah nelayan yang hilang tersebut masih hidup.

Original: Indonesian fisherman stabbed, thrown off ship by compatriot