Sebuah desa yang terletak disebelah Taman Industri Teknologi Tainan di Taiwan bagian barat daya dikabarkan telah kehilangan ketenangan lingkungan setelah menerima lebih dari 1,000 pekerja migran asal Filipina, Vietnam, Thailand dan Indonesia.

Taman industri, yang disebut sebagai daerah industri “hijau” yang mengintegrasikan produksi, kehidupan dan ekologi, tersebut merupakan sebuah tempat yang populer dikalangan pekerja migran pada hari libur mereka, dimana mereka sering terlihat berpiknik dan memanggang makanan di luar disekitar danau buatan dalam taman itu, China Daily News melaporkan.

Namun warga desa Yantian yang terletak tepat disebelah taman yang berada di wilayah Annan dari kota Tainan ini mengatakan bahwa beberapa pekerja migran tersebut telah memotong pagar berantai disekitar kanal bakau dalam taman itu untuk digunakan memanggang makanan dan kemudian mereka meninggalkan begitu banyak sampah setiap mereka berkumpul pada hari Minggu.

Beberapa benda dalam dua lapangan basket yang terletak disebelah danau buatan taman itu juga dikabari telah dirusak.

Sementara itu, Pusat Layanan Taman Industri Teknologi Tainan mengatakan bahwa karena kamera keamanan belum dipasang maka para pelaku yang bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan tersebut tidak dapat diketahui.

Pihak pusat layanan tersebutpun menegaskan bahwa mereka akan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat migran mengenai hal ini melalui pendidikan lewat pabrik-pabrik dan agen-agen tenaga kerja.

Original: Migrants allegedly disturb peaceful Taiwan neighborhood