Seorang pembantu Filipin telah dikenakan tagihan sebesar HK$24,000 (US$3,057) karena telah merusak pintu kaca di balkon tempat tinggal majikannya.

Pembantu yang teridentifikasi hanya sebagai “A. E.”, yang baru satu bulan bekerja pada majikannya di Yau Tong, Kowloon, mengatakan dia tidak sengaja terkunci diluar balkon, menurut laporan berita sunwebhk.com.

“A. E.” saat itu tidak membawa telpon genggamnya sehingga dia tidak dapat menelpon siapapun untuk minta tolong. Dia menjadi cemas karena dia harus pergi menjemput anak majikannya dari sekolah, sehingga dia akhirnya memutuskan untuk memecahkan pintu gelas di balkon tersebut untuk dapat kembali masuk ke dalam apartemen majikannya.

Sang majikan pun marah terhadap pembantu itu dan mengatakan kepadanya bahwa biaya untuk memperbaiki pintu kaca di balkon tersebut adalah sekitar HK$52,800 (US$6,726) dan dia harus membantu bayar biaya perbaikan sebesar HK$24,000.

Namun, seorang teman memberitahukan kepada “A. E.” bahwa majikan tersebut tidak dapat meminta ganti rugi sebesar HK$24,000, karena berdasarkan hukum ketenagakerjaan di Hong Kong, seorang majikan hanya dapat meminta ganti rugi paling besar HK$300 untuk kerusakan apapun yang disebabkan oleh seorang pekerja rumah tangga.

Sang pembantu pun dianjurkan untuk meminta bantuan dari sebuah kelompok yang disebut Mission For Migrant Workers (“Misi Untuk Pekerja Migran” dalam Bahasa Indonesia) untuk mendapatkan keterangan lebih jelas mengenai hukum di Hong Kong dan hak-hak seorang pembantu yang dijamin didalamnya.

Mungkin “A. E.” memang telah kehilangan pekerjaannya, namun tampaknya secara hukum dia hanya perlu membayar ganti rugi sebesar HK$300 kepada majikan tersebut.

Original: Maid hit with US$3,000 bill for breaking boss’ balcony door