Seorang penerjemah Bahasa Indonesia-Tionghoa ditangkap di Taiwan pada hari Rabu atas sebuah peranan yang dia lakukan ditengah-tengah membantu pemeriksaan polisi setelah seorang pembantu Indonesia berusia 24 tahun melaporkan pelecehan seksual yang terjadi padanya.

Pada tanggal 5 April 2017 seorang pembantu Indonesia melaporkan kepada Kepolisian Kota Taipei melalui kantor polisi wilayah Zhongzheng bahwa majikannya telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya.

Wanita pekerja migran di Taipei tersebut mengatakan bahwa dia diperlakukan secara tidak senonoh oleh majikannya yang berusia 80 tahun, The Liberty Times melaporkan.

Seorang pria Tionghoa asal Indonesia berusia 54 tahun kemudian ditugaskan oleh polisi untuk membantu dalam pemeriksaan sebagai penerjemah bagi sang pembantu. Pria tersebut memenuhi syarat untuk pekerjaan penerjemah kepolisian dan diapun ditugaskan untuk mencatat pernyataan sang korban pelecehan seksual.

Pernyataan yang dicatat ternyata penuh dengan kesalahan dan penerjemah tersebut bahkan malah berperan dalam sebuah tuduhan pencurian terhadap pembantu Indonesia tersebut.

Pada saat penerjemah tersebut mencatat pernyataan sang pembantu, dia diduga memberikan secangkir air kepada wanita itu dan mengatakan kepadanya dalam Bahasa Indonesia bahwa dia akan memperkosa wanita tersebut apabila sang wanita tidak meminumnya.

Sang pembantu akhirnya menjadi terdakwa pencurian atas dugaan mengambil celana panjang majikannya yang berisi telpon genggam, konci dan uang tunai sebesar NT$2,000, saat dia melarikan diri.

Asosiasi Badan Pelayanan Tenaga Kerja Kota Taoyuan, yang selama ini membantu korban pelecehan seksual tersebut, mengatakan kepada media bahwa korban telah didiagnosa sejak tahun lalu menderita stress dan trauma setelah melalui kasus pelecehan seksual tersebut, dan tidak ada majikan yang mau mempekerjakannya oleh karena dakwaan pencurian yang diterimanya.

Asosiasi tersebut berharap keadilan akan ditegakkan lewat jalur hukum dengan menangani secara tegas kelanjutan dari kasus pelecehan seksual dan sidang pencurian yang dimaksud.

Sementara itu, sang penerjemah yang ditangkap pada hari Rabu mengakui semua tuduhan yang dikatakan pembantu Indonesia tersebut mengenai dirinya, namun dia mengatakan bahwa yang dikatakannya semua hanyalah lelucon saja.

Kepolisian Taipei mengatakan kepada media bahwa sang pembantu menyertakan tuduhan pelecehan seksual didalam pernyataannya, namun dia tidak menyatakan dengan jelas apakah dia hendak menuntut mantan majikannya.

Pembantu Indonesia tersebut pun saat ini sedang dicari oleh jaksa penuntut karena ketidakmunculannya dalam sidang pencurian yang dimaksud.

Original: Translator arrested for role in maid’s sexual abuse case