Warga Singapura telah mendapatkan peringatan bahwa jumlah pekerja rumah tangga asing yang datang ke negara tersebut dapat menurun apabila mereka tidak meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja migran yang ada.

Dalam sebuah laporan komentar yang diterbitkan oleh Channel News Asia, Kolumnis Anju Mary Paul mengakui bahwa, dibandingkan dengan beberapa tempat lain, Singapura tergolong cukup baik dalam menjaga para pekerja asing yang ada.

“Benar memang dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah, Singapura memiliki catatan yang jauh lebih baik dalam hal perlakuan terhadap pekerja rumah tangga asing,” demikian ungkap Paul.

Namun dia mengingatkan bahwa lebih dari setengah jumlah total para pekerja rumah tangga yang ada di Singapura menggunakan pengalaman kerja mereka disana semata-mata hanya sebagai batu loncatan untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain yang lebih menjanjikan, seperti Hong Kong dan Kanada.

Pekerja rumah tangga memilih bekerja di tempat seperti Kanada karena mereka dilindungi undang-undang tenaga kerja yang lebih baik disana, sementara di Hong Kong, pekerja rumah tangga bisa mendapatkan gaji bulanan yang lebih tinggi dibandingkan di Singapura ditambah dengan satu hari libur wajib setiap minggunya untuk istirahat, dan mereka juga dilindungi oleh hukum ketenagakerjaan yang cukup baik.

“Apabila Singapura tidak memposisikan diri sebagai sebuah tujuan utama bagi para pekerja migran, banyak yang terbaik dari tenaga kerja ini akan terus mencari tujuan-tujuan tempat kerja lainnya dimana mereka bisa mendapatkan kondisi kerja dan perlindungan yang lebih baik,” Paul menegaskan.

Original: Singapore urged to improve maid welfare to avoid shortage