Sebuah video yang menunjukkan dua bocah perempuan sedang menunggangi seekor ular sanca, juga dikenal sebagi ular piton, yang berukuran sangat besar di Indonesia telah menyebabkan timbulnya sebuah perdebatan di dunia maya.

Video tersebut telah ditonton beberapa juta kali semenjak diposkan di Facebook oleh News Dog Media seminggu yang lalu.

Kedua anak perempuan tersebut dapat terlihat didalam video bermain sementara duduk diatas seekor ular sanca jenis reticulatus atau dikenal dengan sebutan sanca kembang, yaitu sejenis ular tak berbisa namun diakui sebagai salah satu ular terbesar dan terpanjang di dunia, serta dikenal cukup sering memangsa manusia, menurut video yang juga memperlihatkan kepala sang ular bergerak secara perlahan.

Video itupun menuai berbagai macam pandangan dari para netizen. Beberapa orang mengatakan bahwa orang tua kedua bocah tersebut begitu berani mengijinkan anak-anak mereka bermain dengan ular yang sedemikian besar, namun kebanyakan netizen yang telah melihat video tersebut mengecam orang tua anak-anak tersebut dengan berbagai kritikan keras dan mengatakan bahwa sang orang tua tidak bertanggung jawab.

Selain ular sanca tersebut termasuk hewan yang dilindungi, binatang melata tersebut dapat dengan mudah menyerang dan memangsa kedua bocah perempuan yang terlihat didalam video.

Telah ada berbagai laporan media mengenai penduduk lokal yang menjadi korban ular sanca di Indonesia. Pada tanggal 29 Maret tahun lalu, seorang petani berusia 25 tahun ditemukan tewas didalam perut seekor ular sanca sepanjang tujuh meter setelah sebelumnya dilaporkan hilang, The Jakarta Post melaporkan.

Pada tanggal 4 Oktober, seorang hansip berusia 37 tahun, bersama-sama dengan dua orang lainnya yang sedang melewati sebuah jalanan di sebuah desa di Indonesia, berhasil membunuh seekor ular sanca sepanjang tujuh meter yang memblokir jalanan tersebut.

Hansip tersebut sempat digigit oleh ular tersebut di bagian lengannya, namun akhirnya ular tersebut berhasil dibunuh dan kemudian dimakan bersama-sama oleh penduduk desa tersebut, AFP melaporkan.

Original: Video of girls riding on python triggers online debate