Seorang pembantu Filipin yang bekerja untuk seorang hakim di Hong Kong dituduh mencuri uang dari seorang teman sepekerjanya di vila sang hakim yang terletak di The Peak dan memiliki pemandangan pelabuhan Hong Kong.

Terdakwa bernama Canacio Marites Patino, 38, sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga bagi Hakim Jonathan Harris. Pada awalnya dia menghadapi dua tuduhan pecurian di vila sang hakim di Jalan Mount Kellett yang diduga terjadi antara tanggal 9 dan 12 Januari, namun jaksa akhirnya menarik satu tuduhan pencurian dompet sang majikan, Harian Oriental melaporkan.

Pengadilan Kehakiman di wilayah bagian timur Hong Kong pada hari Selasa mengetahui bahwa Hakim Jonathan Harris awalnya mempekerjakan dua pembantu rumah tangga, seorang warga negara Filipin bernama Rosiene Cagalitan Cuento, dan seorang Indonesia yang dikenal dengan sebutan Jemini.

Patino mulai bekerja di tempat yang sama di bulan Desember tahun lalu, yaitu pada saat Jemini mengundurkan diri dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia.

Sebelum Jemini meninggalkan Hong Kong, ketiga pembantu tersebut pun sempat bekerja bersama-sama, bahkan berbagi kamar tidur yang sama.

Beberapa hari semenjak terdakwa mulai bekerja, Cuento dan Jemini melaporkan kepada majikan mereka bahwa keduanya telah kehilangan uang tunai, masing-masing sebesar HK$500 dan HK$200. Saat itu, sang majikan menganjurkan mereka untuk menjaga baik-baik uang mereka.

Cuento kemudian mengatakan bahwa pada tanggal 8 Januari, sebuah amplop berisi uang tunai sebesar HK$3,700 yang dia taruh di dalam tasnya tiba-tiba hilang. Dia pun segera memberitahukan hal tersebut kepada majikan perempuannya.

Tak lama kemudian, sang majikan laki-laki pun kehilangan dompetnya yang berisi uang tunai sebesar HK$700 dan beberapa kartu kredit.

Pada tanggal 13 Januari, hakim tersebut mengakhiri kontrak kerja Patino dan menyertakan daftar barang-barang yang hilang didalam surat pemberhentian kerja terdakwa. Namun Patino menyangkal bahwa dirinya telah mencuri uang. Setelah menerima gaji dan uang transportasi, terdakwa pun meninggalkan vila sang hakim.

Setelah Patino pergi, Cuento membersihkan tempat tidur terdakwa dan dia menemukan amplop yang hilang didalam sarung bantal Patino, namun jumlah uang didalam amplop tersebut telah berkurang sebanyak HK$593.

Pengacara terdakwa Shah Mohammed Jawadullah mempertanyakan Cuento dengan dugaan bahwa Cuento telah menjebak terdakwa, karena, dengan diberhentikannya Patino, maka teman sepekerjanya yang lama, Jemini, dapat kembali bekerja bersama-sama dengannya di tempat yang sama sekembalinya Jemini ke Hong Kong, Harian Sing Tao melaporkan. Namun Cuento menyangkal hal ini.

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada tanggal 23 Mei.

Original: Filipina charged with theft from fellow maids at judge’s home