Seorang janda berusia 54 tahun yang berasal dari Indonesia dan menghidupi ketiga anaknya di Taiwan dengan berjualan pangsit buatan sendiri telah menerima penghargaan “Ibu Paling Terindah” di kota Kaohsiung pada perayaan Hari Ibu internasional tahun ini.

Semenjak suaminya, seorang pria asal Taiwan, meninggal bertahun-tahun yang lalu, wanita Indonesia tersebut terus tinggal di Taiwan dan sampai hari ini dia telah tinggal disana selama 27 tahun dan telah mengadopsi nama Tionghoa, Wang Li-Chiao. Dia membesarkan ketiga anaknya seorang diri dengan menjual pangsit buatannya sendiri, China Times melaporkan.

Suaminya, yang adalah seorang pecandu minuman beralkohol, meninggal karena sakit jantung dan beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan kondisi jantungnya, meninggalkan Wang seorang diri untuk membesarkan ketiga anak mereka yang masih kecil.

Sebagai seorang janda dan imigran yang masih baru di negara tersebut, satu-satunya cara yang Wang tahu saat itu untuk bertahan hidup adalah membuat dan menjual pangsit daging babi kesukaan mendiang suaminya.

Selama hampir tiga decade dia selalu bangun sebelum subuh dan mulai membuat sekitar 200 pangsit, yang satunya dia jual seharga NT$15 (US$0.5). Dia kemudian mengendarai sepedanya disekitar daerah pesisir kota Kaohsiung sepanjang hari sampai seluruh pangsitnya terjual.

Mengingat hari-hari susahnya di acara pemberian penghargaan, Wang mengatakan terkadang penjualan begitu buruk sampai mereka sekeluarga tidak memiliki uang cukup untuk membeli makanan yang layak.

Namun, dia menegaskan bahwa apabila hal tersebut terjadi, dia pastikan lebih baik dia yang tidak makan untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan makan yang cukup.

Saat ini, anak tertua Wang telah lulus kuliah dan bekerja sebagai seorang juru rawat militer, sementara dua anaknya yang lain masih di bangku sekolah. Dia menambahkan bahwa baginya kesejahteraan anak-anaknya selalu menjadi hadiah paling terbesar baginya di Hari Ibu.

Original: Single mom raising children alone in Taiwan wins award