Beberapa warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Macau mengaku kaget dan cemas mendengar kabar bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, provinsi Jawa Timur pada hari Minggu oleh karena adanya sanak saudara dan teman dekat yang tinggal di kota tersebut.

Uly Meytawaty, seorang pekerja migran Indonesia yang telah bekerja di Macau lebih dari satu tahun, mengatakan kepada Kumbang Toh News bahwa dia sangat cemas setelah mendengar tentang serangan bom tersebut, mengingat adik laki-lakinya adalah anggota jemaat salah satu gereja yang terkena ledakan pada hari Minggu.

“Adik saya baik-baik saja, puji Tuhan,” demikian ungkap Meytawaty. Dia mengatakan bahwa sang adik biasanya mengikuti ibadah pagi namun kebetulan saat kejadian bom bunuh diri di gereja yang dimaksud adik Meytawaty sedang mengurus perpanjangan SIM pada hari Minggu kemarin.

Ivone Susan, seorang pemegang kartu penduduk tetap Macau yang berasal dari Indonesia, mengatakan bahwa adik salah seorang temannya bergereja di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, salah satu gereja yang terkena ledakan bom. Namun adik temannya tersebut sedang mengantarkan sang ayah berobat mata di Singapura pada saat terjadi ledakan di gereja tempat mereka biasanya beribadah.

Ruth Louis, seorang penduduk lokal Macau lainnya yang juga berasal dari Indonesia, mengatakan kepada Kumbang Toh News dia merasa lega saat mengetahui lewat media sosial bahwa seorang kenalan pendeta – yang dahulu pernah menggembalai gereja mereka di Macau untuk beberapa tahun – berada dalam keadaan baik-baik saja di kampung halamannya di Surabaya.

Para warga negara Indonesia yang telah dibuat cemas oleh peristiwa bom bunuh diri tersebut mengharapkan agar pemerintah Indonesia dapat segera mengatasi meningkatnya ancaman terorisme di negara mereka dan kembali memastikan kemanan negara.

Original: Indonesians in Macau stunned by bombings in Surabaya