Sebanyak 16 pria berkewarganegaraan Indonesia ditangkap oleh Badan Pasukan Kelautan Malaysia karena Minggu lalu telah merampok sebuah kapal tanker minyak dari Mersing, Malaysia yang saat itu dalam keadaan kosong.

Pada pukul 6:25 pagi, tanggal 1 Juni, 14 pria Indonesia, masing-masing berusia antara 30-53 tahun, ditahan di kapal MT Bright oleh petugas dari Badan Pasukan Kelautan Malaysia, sementara dua pemimpin kelompok tersebut, keduanya berusia antara 40-50 tahun, ditangkap di Batam, Indonesia tiga jam setelahnya, The Sun Daily melaporkan.

Direktur-Jenderal Badan Pasukan Kelautan Malaysia Datuk Seri Zulkifli Abu Bakar mengatakan bahwa ada enam WNI dan enam warga negara Sri Lanka dalam kapal tanker minyak yang hendak dirampok, yang bernama MT Lee Bo.

“Para pembajak ini dilaporkan telah merampok MT Lee Bo beserta ke-12 anggota kru kapalnya, yaitu enam warga negara Indonesia dan enam warga negara Sri Lanka, dan kemudian mengambil barang-barang pribadi milik anggota kru kapal tersebut setelah mendapati kapal tanker tersebut kosong,” demikian ungkap Bakar.

Bakar menambahkan bahwa para perampok memiliki beberapa senjata berupa pisau dan parang dan mereka melukai dua anggota kru kapal. Mereka mengambil seluruh uang serta semua telpon genggam dan komputer laptop milik anggota kru kapal itu.

“Menurut informasi intel, para perampok awalnya menargetkan kapal yang lain, namun mereka merubah target di detik-detik terakhir tanpa mengetahui bahwa kapal tanker minyak MT Lee Bo saat itu sedang tidak membawa muatan minyak sama sekali,” dia menegaskan.

Para perampok pun dibawa ke Kantor Zona Laut Mersing untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan Undang-Undang Bagian 397 mengenai perampokan.

Original: Indonesian men arrested for robbing empty oil tanker