Empat pria Bangladesh telah dipenjara masing-masing selama lima tahun oleh sebuah pengadilan di Dubai setelah mereka tertangkap mencoba untuk menjual lewat WhatsApp seorang pembantu Indonesia yang melarikan diri dari majikannya.

Dua diantara terdakwa, yang berusia 25 dan 28 tahun, dituduh mencoba menjual pembantu tersebut seharga 5.500 dirhams (US$1.498) dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada hari Kamis setelah terpidana pelanggaran perdagangan manusia, Khaleej Times melaporkan.

Dua terdakwa lainnya, 36 dan 31, dijatuhi hukuman yang sama oleh karena menolong kedua pelaku utama dalam tindakan kriminal ini.

Keempat pria yang ditangkap polisi di Al Muraqqabat pada tanggal 5 Februari ini juga ditemukan bersalah telah menjalani tempat pelacuran dan membawa beberapa pelanggan pria ke tempat tersebut untuk berhubungan seks dengan sang korban.

Selain itu, tiga dari keempat pria ini juga telah berhubungan seks diluar hukum dengan wanita Indonesia tersebut.

Keempatnya diperintahkan pengadilan untuk membayar 100.000 dirhams sebagai ganti rugi kepada korban.

Korban yang berusia 41 tahun tersebut adalah seorang ibu tiga anak yang telah bercerai. Dia memberitahukan kepada pengadilan bahwa dia dipikat untuk melarikan diri dari rumah majikannya pada tanggal 20 Januari 2018 oleh seorang wanita yang menjanjikannya pekerjaan part-time dengan gaji bulanan sebesar 1.500 dirhams. Dia kemudian mendapati dirinya dipaksa untuk bekerja dalam tempat pelayanan seks.

Polisi menerima laporan dari seorang informan yang dihampiri oleh beberapa pelaku saat mereka mencoba menjual wanita tersebut.

Read: Four men jailed in Dubai for trying to sell Indonesian maid