Kepolisian dan Kementrian Tenaga Kerja Singapura telah menolak klaim mengenai seorang pembantu Indonesia yang dibuat oleh seorang wanita yang saat ini berada di Jerman untuk melalui pengobatan penyakit kanker.

Wanita berusia 42 tahun tersebut menulis surat kepada sebuah surat kabar Singapura dari sebuah rumah sakit di Jerman, meminta bantuan untuk menolong ayahnya yang berusia 87 tahun, yang menurut pembantu tersebut telah melecehkan serta tidak membayar gajinya.

Wanita yang bernama Santhanalakshmi memberitahukan kepada surat kabar Lianhe Wanbao bahwa dia telah didiagnosa mengidap kanker dan perlu segera menjalani terapi di Jerman.

Karena ayahya telah tua, mengidap sakit diabetes dan memiliki masalah jantung, serta memiliki kesulitan berjalan, Santhanalakshmi pun mempekerjakan seorang pembantu Indonesia untuk menjaga ayahnya selama dia di luar negri.

Pria lanjut usia tersebut membuat laporan kepada polisi pada tanggal 4 Maret bahwa pembantunya menghilang. Sementara itu, sang pembantu juga telah membuat laporan mengenai pria lansia itu dengan tuduhan telah melecehkannya dan tidak membayar gajinya.

Sang anak di Jerman mengatakan kepada koran Lianhe Wanbao bahwa dia cemas tidak dapat mempekerjakan seorang pembantu baru karena kasus tersebut, sementara ayahnya sendirian dirumah dan dilecehkan oleh seorang lintah darat yang menuntutnya untuk membayar hutang pembantunya sebesar S$800.

Meresponi klaim ini, dalam sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan bersama, Kepolisian dan Kementrian Tenaga Kerja Singapura mengatakan bahwa klaim wanita tersebut bias dan menyesatkan. Pemeriksaan terhadap klaim pelecehan terhadap sang pembantu selesai pada tanggal 30 Mei dan peringatan keras terhadap pria lansia tersebut pun telah dikeluarkan.

Pria lansia itu telah dirawat sejak Maret oleh staff dari Pusat Pelayanan Keluarga Ang Mo Kio serta beberapa sukarelawan dari sejumlah organisasi non-pemerintah, dengan pengiriman makanan, sesi-sesi fisioterapi, layanan kebersihan dan layanan perawatan dirumah lainnya.

Diapun dianjurkan untuk pindah ke panti jompo namun anjuran ini ditolak oleh anak perempuannya.

Original: Ministry dismisses employer’s claims about Indonesian maid