Seorang pelaut Indonesia berusia 20 tahun, yang dituduh membunuh teman sepekerjanya yang berusia 23 tahun pada tanggal 17 Mei di sebuah kapal memancing ikan Taiwan yang saat kejadian sedang berada di perairan dekat Guam, telah ditahan pada hari Kamis oleh jaksa penuntut di Wilayah Pingtung, bagian selatan Taiwan.

Menurut Kantor Kejaksaan Wilayah Pingtung, Abdul Halim diduga menusuk seorang anggota kru kapal lainnya yang bernama Hariyanto dan kemudian melempar korban keluar kapal. Jasad korban masih belum diketemukan, United Daily News melaporkan.

Pemeriksaan awal yang dilakukan polisi menemukan adanya perseteruan saat Halim, yang bekerja sebagai juru masak di kapal Ming Man Hsiang No.38, menjadi sangat gelisah saat dia hendak mempersiapkan makan malam bagi kru kapal sementara mendapati Hariyanto didalam dapur yang menolak untuk meninggalkan dapur tersebut sampai dia selesai memasak makanannya sendiri di malam hari pada tanggal 17 Mei.

Halim kemudian terlihat memiliki luka potongan pisau yang masih segar di kedua lengannya, membuat kapten kapal tersebut, yang merupakan seorang warga negara Taiwan, mempertanyakan kepadanya mengenai apa yang terjadi. Sang kapten pun akhirnya mengetahui bahwa keduanya baru saja bertengkar dan Hariyanto ditusuk serta dilempar ke laut.

Pada hari Rabu tanggal 30 Mei, kapal tersebut dibawa kembali ke Pingtung dengan didampingi oleh sebuah kapal Administrasi Penjaga Pantai Taiwan. Petugas kejaksaan dan penyidik kepolisian pun segera naik ke kapal tersebut untuk mengumpulkan bukti-bukti serta menginterogasi kru kapal.

Kasus ini masih terus berada dalam pemeriksaan. Menurut undang-undang di Taiwan, hukuman untuk pembunuhan adalah penjara seumur hidup atau penjara tidak kurang dari lima tahun.

Original: Indonesian fisherman held for alleged murder at sea