Sebuah organisasi tenaga kerja di Hong Kong telah meluncurkan petisi agar pemerintah kota tersebut menetapkan standar jam kerja dan meningkatkan keadaan tempat tinggal bagi para pekerja rumah tangga.

Berbagai organisasi yang tergabung dalam Asian Migrants Coordinating Body telah mengumpulkan sebanyak 38,000 tanda tangan dari pekerja rumah tangga yang ada di Hong Kong, Oriental Daily melaporkan.

Seorang jurubicara dari Asian Migrants Coordinating Body mengatakan bahwa mereka meminta pemerintah untuk memastikan agar kontrak kerja para pembantu rumah tangga menjamin waktu istirahat mereka setidaknya 11 jam penuh – tidak termasuk waktu makan – diantara dua hari kerja berturut-turut tanpa gangguan dari tugas pekerjaan apapun.

Mereka juga meminta agar pemerintah menyatakan secara resmi definisi apa yang dipandang sebagai akomodasi yang tidak sesuai bagi para pekerja rumah tangga, termasuk menyangkut masalah kamar mandi, dapur, lemari dan koridor.

Jurubicara tersebut menambahkan bahwa pemerintah harus mulai memperlakukan pembantu sebagai pekerja, bukan budak, karena mereka mengurus rumah tangga warga Hong Kong. “Memastikan [pembantu] mendapat istirahat yang tepat berarti memastikan rumah lebih aman.”

Mereka juga menegaskan bahwa untuk menghindari pelanggaran kontrak kerja, mekanisme pengaduan bagi pekerja rumah tangga harus diperkenalkan bersamaan dengan hukuman keras bagi pelanggar.

Seorang pembantu Indonesia yang ikut menandatangani petisi yang dimaksud mengatakan bahwa selama empat tahun dia harus tidur di koridor rumah majikannya.

Sri Wapui, yang telah bekerja di Hong Kong selama lima tahun, mengatakan bahwa pada waktu dia bekerja untuk mantan majikannya, dia harus tidur disebuah koridor dekat dapur dan sebuah kamar tempat menyimpan tumpukan baju kotor. Ini menyebabkannya terkena penyakit kulit dan penyakit lainnya, namun dia takut untuk mengeluh kepada majikannya karena dia tidak ingin kehilangan pekerjaan.

Seorang pembantu lainnya yang berasal dari Nepal mengatakan bahwa akomodasi tempat dia beristirahat adalah sebuah Gudang sebesar 4.6 meter persegi yang berisi sebuah mesin cuci, beberapa kipas serta barang-barang rumah tangga lainnya.

Original: Govt urged to regulate hours, accommodation for maids