Seorang kontraktor pria asal Taiwan berusia 58 tahun dijatuhi hukuman enam bulan penjara oleh Pengadilan Wilayah Keelung, Taiwan pada hari Senin sebagai pertanggung-jawaban atas meninggalnya dua pekerja bangunan, ditambah dengan seorang lainnya yang cidera, dimana ketiganya berasal dari Indonesia, dalam sebuah kecelakaan yang terjadi pada sebuah proyek perluasan jalan di bulan Maret tahun lalu.

Terdakwa adalah seorang kontrakor bekisting yang menangani fase ke-2 perluasan jembatan layang di Jl. Yuemei, sebuah proyek yang ditujukan untuk meningkatkan perhubungan antara wilayah Xinyi di kota Keelung dengan wilayah Ruifang di bagian timur dari New Taipei City, The United Daily News melaporkan.

Kontraktor tersebut dilaporkan mempekerjakan tiga warga negara Indonesia yang bernama Muhammad Yusuf, Nikwanto dan Kodri secara ilegal.

Pada tanggal 27 Maret 2017, pada saat ketiganya sedang melepaskan bekisting dari jalan layang yang dimaksud, beberapa bahan baja runtuh dan menyebabkan ketiga pria Indonesia tersebut jatuh ke tanah dari kolom beton yang begitu tinggi.

Yusuf dinyatakan tewas ditempat oleh karena patah tulang disekujur tubuhnya, sementara Nikwanto meninggal di rumah sakit pada hari itu oleh karena kerusakan tulang kepala serta beberapa cidera pada organ dalam. Kodri selamat namun mengalami luka-luka.

Mengingat terdakwa mengaku bersalah oleh karena kelalaian profesional yang menyebabkan kematian kedua pekerjanya serta telah membayar kompensasi kepada keluarga korban, pengadilan pun menjatuhi hukuman yang termasuk ringan, yaitu enam bulan penjara, atau denda sebagai pengganti penahanan.

Original: Man jailed six months over deaths of two workers