Pemerintah Indonesia dan Taiwan telah gagal memberikan bantuan kepada seorang pekerja migran Indonesia yang sekarang lumpuh dan sempat ambruk di sebuah jalan di Wilayah Pingtung setelah dipaksa bekerja selama 11 jam sehari tanpa gaji, menurut rumah sakit yang sekarang merawatnya.

Dan alasannya kemungkinan karena tak satupun dari kedua belah pihak bersedia untuk membayar biaya medis yang saat ini sudah mencapai NT$200.000 (US$6.605).

Pembantu berusia 38 tahun itu ditemukan tidak sadarkan diri pada tanggal 5 Juni dan kemudian ditempatkan di unit gawat darurat Rumah Sakit Nanmen di kota Hengchun, Central News Agency melaporkan.

Didiagnosa terkena serangan jantung dan gagal ginjal, wanita tersebut masuk rumah sakit dengan suhu badan setinggi 40.2 derajat selsius dan tingkat gula darah yang tinggi.

Dia baru sadarkan diri setelah satu minggu kemudian dan sampai saat ini masih dalam keadaan lumpuh di tubuh bagian kanan oleh karena efek dari serangan jantung, namun dia masih terus melalui rehabilitasi.

Menurut pihak rumah sakit, pembantu tersebut telah bekerja secara ilegal di New Taipei City serta di Hsinchu antara tahun 2011 sampai tahun 2016, namun tidak pernah diberi cukup makan oleh majikannya. Agen tenaga kerjanya pun tidak menindaklanjuti keluhannya.

Dua tahun yang lalu dia melarikan diri dari majikannya dan terus bekerja secara ilegal di sebuah tempat penginapan di Hengchun. Dia dipaksa bekerja lebih dari 11 jam sehari dan hanya dengan satu hari libur dalam sebulan. Ditambah, dalam dua bulan belakangan ini dia tidak pernah menerima gaji sama sekali.

Setelah delapan tahun terpisah dengan keluarganya, wanita Indonesia tersebut kini ingin pulang ke kampung halamannya, namun menurut laporan kedua pihak pemerintah tidak memberikan bantuan. Pada saat rumah sakit memohon bantuan dari Kantor Perdagangan dan Ekonomi Indonesia di Taipei, yang merupakan perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan, kasus tersebut dilempar kepada Badan Imigrasi Nasional Taiwan karena wanita tersebut merupakan pekerja migran gelap.

Petugas imigrasi Taiwan akhirnya menjadwalkan kunjungan kepada wanita itu minggu lalu, namun mereka tidak muncul. Mengetahui bahwa pembantu Indonesia itu sekarang telah lumpuh, badan imigrasi tersebut menginstruksikan kepada rumah sakit untuk mencegahnya untuk tidak kabur kembali. Kasus ini masih terus melalui pemeriksaan.

Read: Paralyzed maid denied help by Taiwan and Indonesia: hospital