Seorang pengunjung wanita berusia 42 tahun asal Indonesia
harus menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian Singapura atas
dugaan telah membuat laporan palsu mengenai perampokan
senilai S$100.000 (US$73.400) pada hari Jumat.

Wanita yang dikatakan sebagai seorang pebisnis di Indonesia,
melaporkan kepada polisi pada pukul 1 malam bahwa tas
tangannya yang berisi uang tunai sebesar S$100.000 telah
dirampok oleh seorang pria tidak dikenal di Jalan Unity,
menurut sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh
Kepolisian Singapura.

Dalam pemeriksaan, petugas dari kepolisian divisi Tanglin
menemukan adanya ketidak-konsistenan dari sang wanita dan
mereka mencurigai bahwa wanita tersebut telah memberikan
informasi palsu.

Akhirnya diketahui bahwa wanita tersebut telah meminjam
uang dari beberapa teman dan sanak saudaranya di Indonesia
dengan alasan akan digunakan untuk bisnis di Singapura, Shin
Min Daily News melaporkan. Namun wanita tersebut malahan
pergi ke Kasino Marina Bay Sands dan kehilangan seluruh
uangnya karena kalah di meja judi kasino tersebut.

Karena dia tidak ingin masalah tersebut diketahui oleh orang-
orang yang memberikannya pinjaman uang, diapun membuat
laporan kepada polisi bahwa dia telah dirampok.

Masyarakat diperingatkan bahwa siapapun yang membuat
laporan palsu kepada polisi atau menyediakan informasi palsu
akan menghadapi konsekwensi yang serius berdasarkan hukum
Singapura.

Sementara itu, apabila terbukti secara sengaja memberikan
informasi palsu kepada pegawai pemerintah, wanita Indonesia
tersebut dapat dipenjara selama satu tahun dan dikenakan
denda sebesar S$5.000.

Read: Woman under police probe for alleged false robbery report