Tujuh pria dan empat wanita, semuanya warga negara Indonesia, ditangkap pada hari Kamis di sebuah apartemen di Taoyuan, Taiwan. Mereka ditangkap atas dugaan memiliki zat atau obat terlarang, serta bekerja dan tinggal di Taiwan secara ilegal.

Pihak yang berwajib menggerebek apartemen yang terletak di daerah Zhongli, di wilayah Taoyuan tersebut pada tanggal 21 Juni, dimana 11 WNI tersebut ditahan karena sudah tidak memiliki ijin kerja yang masih berlaku. Mereka diketahui telah menjadi warga ilegal di Taiwan semenjak melarikan diri dari mantan majikan mereka, The Liberty Times melaporkan pada hari Senin.

Pemeriksaan awal menemukan bahwa diantara yang ditangkap adalah empat pasangan, dimana sepasang suami istri, yang telah resmi menikah dan terdaftar pernikahannya di Indonesia, saat ditangkap didapati dengan seorang anak laki-laki berusia sembilan bulan yang diketahui lahir di Hsinchu, bagian utara Taiwan, sementara seorang wanita lainnya ditangkap dalam keadaan hamil delapan bulan.

Keempat pria yang memiliki pasangan dilaporkan bekerja secara ilegal sebagai kuli bangunan untuk membiayai hidup mereka dan pasangan mereka, sementara para wanita tinggal diam di rumah.

Sementara itu, ketiga pria lainnya yang masih lajang dan salah satunya terdaftar sebagai buronan yang sedang dicari oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum Wilayah Penghu mengakui dalam interogasi polisi bahwa zat atau obat terlarang serta beberapa alat penghisap yang ditemukan di apartemen tersebut adalah kepunyaan mereka.

Original: Indonesian illegals, including baby, arrested in Taiwan