Kepolisian Malaysia menahan 30 wanita dan tujuh orang lainnya dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan di empat pusat hiburan di Kepong, utara Kuala Lumpur. Polisi mengatakan setengah dari para wanita tersebut berasal dari Vietnam.

Penggerebekan tersebut dilakukan pada telat malam oleh kepolisian negara bagian Selangor divisi anti kejahatan, perjudian dan kebanditan, dengan bantuan polisi setempat di wilayah Gombak, surat kabar Malaysia Sin Chew Daily melaporkan.

Keempat tempat hiburan tersebut semuanya sudah pernah menjadi target penggerebekan oleh pihak yang berwajib sebelumnya juga karena didapati telah mempekerjakan wanita asing untuk menawarkan layanan pelacuran ilegal.

Seluruh wanita yang ditangkap berusia 20-an tahun – 15 diantaranya dari Vietnam, sembilan dari Thailand, lima dari Laos dan seorang dari Indonesia. Semuanya dituntut telah terlibat dalam tindakan berhubungan seks ilegal.

Sementara itu, empat pria asing, yang kewarganegaraannya tidak diungkapkan, juga ditangkap beserta dengan sepasang pria dan wanita asal Tiongkok, keduanya diidentifikasi sebagai manajer – keenamnya dituntut atas tuduhan telah menggunakan sebuah tempat untuk melakukan tindak kejahatan dan pelanggaran imigrasi.

Selain itu, seorang pria Thailand ditangkap karena menggunakan jasa layanan seks, dan uang tunai sebesar 730 ringgit (US$178) disita dalam penggerebekan tersebut.

Original: 30 foreign women face prostitution charges after police raid