Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah kelompok ekologi telah menemukan sebanyak 21 jenis ikan di Sungai Brantas, Jawa Timur, telah memakan plastik dan popok sekali pakai, dan ini dapat menyebabkan bahaya bagi orang yang memakan ikan-ikan tersebut.

Sekitar setengah metrik ton popok yang telah dipakai dibuang ke dalam Sungai Brantas setiap tahunnya, sebuah kelompok pengamatan ekologi dan pelestarian lahan basah yang disebut Ecoton mengatakan setelah kelompok tersebut melakukan sebanyak 30 pembersihan di pintu air Karangpilang pada sungai tersebut dalam setahun belakangan ini.

Serat plastik yang terdapat pada popok sekali pakai telah ditemukan dalam perut ikan yang didapat dari sungai tersebut, seperti ikan keting dan rengkik, yang mana sering menjadi santapan masyarakat setempat, demikian ungkap Riska Darmawanti, kepala penelitian Ecoton.

Pada saat ikan menelan plastik dari air yang terkena polusi, plastik tersebut akan terserap pada daging mereka. Sekitar tiga juta orang yang mengkonsumsi air ledeng di Surabaya juga rawan terkena gangguan kesehatan oleh karena air yang telah terkontaminasi dengan limbah padat, kelompok tersebut menegaskan.

Ecoton mendesak pihak yang berwajib untuk mengatasi masalah polusi air ini dan membantu mendorong masyarakat untuk menggunakan popok kain yang dapat digunakan kembali setelah dipakai.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menghimbau seluruh bupati dan walikota, serta para petugas di pusat-pusat limbah padat di provinsi tersebut untuk mendidik masyarakat setempat untuk tidak membuang sampah di sungai.

Pada bulan Desember 2017, Darmawanti dan dua orang warga lainnya menggugat Soekarwo atas tuduhan telah mengabaikan perihal sampah popok di Sungai Brantas, yang merupakan salah satu dari 20 sungai dengan polusi tertinggi di dunia.

Original: Fish eating plastic, diapers in river pose health problem