Seorang remaja putri Indonesia berusia 15 tahun yang dipenjara karena melakukan aborsi setelah beberapa kali diperkosa oleh kakak kandung nya sendiri akhirnya dibebaskan setelah naik banding ke pengadilan tinggi.

Pengadilan di Jambi tersebut memutuskan untuk memutarbalikkan keputusan pengadilan sebelumnya yang memenjarakan remaja tersebut karena melakukan aborsi atas bayinya yang merupakan hasil dari pemerkosaan yang dilakukan kakaknya terhadap dirinya berkali-kali.

Keputusan terbaru tersebut dikeluarkan pada hari Senin, dengan pengadilan mengatakan bahwa keadaan dalam kasus tersebut mengharuskan remaja putri tersebut untuk dilepaskan, sekalipun aborsi adalah tindakan melanggar hukum di Indonesia.

Seorang juru bicara dari Pegadilan Tinggi Jambi berkata bahwa majelis hakim menemukan bahwa aborsi tersebut dilakukan dalam keadaan terpaksa.

Pengacara remaja putri tersebut, Damai Idianto, merasa senang bahwa klien nya akan bebas, The Guardian melaporkan.

Beberapa kelompok hak wanita di seluruh Indonesia telah mengutuk keputusan pengadilan sebelumnya yang mereka pandang sebagai sebuah “parodi hukum”.

Ida Zubaidah dari Beranda Perempuan, sebuah kelompok hak wanita berbasis di Jambi, memuji keputusan pengadilan untuk melepaskan remaja putri tersebut, namun dia meminta pihak yang berwajib juga membatalkan tuduhan terhadap sang ibu yang dituntut atas dugaan membantu tindakan aborsi yang dimaksud.

Janin bayi yang diaborsi tersebut ditemukan dekat rumah remaja tersebut dan diketahui berusia tujuh bulan berdasarkan pemeriksaan forensik.

Original: Rape victim who was jailed for abortion to be released