Polisi Hong Kong telah menangkap lebih dari 4.200 orang dan menyita narkoba serta berbagai barang terlarang lainnya yang semuanya bernilai total HK$310 juta (US$40 juta) dalam operasi menindak kelompok-kelompok kriminal di Hong Kong yang dilakukan selama tiga bulan.

Operasi anti-geng yang diberi kode Thunderbolt 18 tersebut juga melibatkan pihak yang berwajib di Makau dan dataran Tiongkok, tepatnya di provinsi Guangdong, yang bekerja sama dengan petugas yang berwajib di Hong Kong untuk menghentikan kegiatan kriminal terencana lintas batas serta aktifitas-aktifitas lainnya oleh kelompok-kelompok kriminal.

Penekanan ditujukan kepada pemotongan sumber pendapatan kelompok-kelompok kriminal, kepolisian Hong Kong menegaskan dalam sebuah pernyataan kepada pers.

Polisi memeriksa lebih dari 6.300 lokasi mulai dari disko, bar, karaoke, panti pijat, klub malam, rumah makan, klub mahjong, tempat permainan games sampai ke apartemen-apartemen pribadi, dalam operasi yang merupakan salah satu yang terbesar yang diadakan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sebanyak 4.283 orang ditahan untuk melalui pemeriksaan mengenai berbagai macam pelanggaran mulai dari mengatur kelompok-kelompok kriminal, menjalankan tempat-tempat tidak baik, kondisi visa, perjudian ilegal, pengrusakan sampai kepemilikan senjata dan amunisi ilegal.

Lebih dari 1.200 pelanggar hukum ini berasal dari dataran Tiongkok, sementara 219 orang berasal dari Filipina, Indonesia, India, Vietnam dan Nepal. Diantara yang tertangkap, yang paling termuda ditemukan berusia 12 tahun, menurut laporan berita media lokal.

Narkoba seperti ganja, ketamin, kokain, metamfetamina, heroin dan midazolam disita bersamaan dengan lebih dari 205.000 DVD cabul dan bajakan. Barang sitaan lainnya termasuk senjata dalam jumlah besar, termasuk diantaranya golok, parang dan senjata api tiruan, serta 150.000 batang rokok gelap.

Sebanyak empat operasi rahasia dilakukan untuk menyusupi lingkaran terdalam dari kelompok-kelompok kriminal tersebut.

Original: Crackdown on HK crime gangs nabs 4,283 suspects