Tujuh dari 10 pembantu Indonesia dan empat dari 10 pekerja rumah tangga asal Filipina berkata mereka tidak diijinkan keluar rumah majikan di hari libur, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh kantor cabang Organisasi Internasional untuk urusan Migrasi (IOM) di Hong Kong.

Dari 424 pembantu Indonesia dan Filipina yang berpartisipasi dalam survei tersebut, sepertiga diantaranya mendapati gaji mereka dipotong oleh agen tenaga kerja, Ming Pao Daily melaporkan.

IOM mewawancara sebanyak 267 pembantu Filipina dan 157 pembantu Indonesia antara bulan November tahun lalu sampai Mei tahun ini.

Sebanyak 33 persen dari para pembantu Indonesia dan enam persen dari pembantu Filipina tersebut mengatakan bahwa pada saat mereka mendatangi sebuah agen tenaga kerja, mereka dianjurkan untuk meminjam uang dengan bunga yang tinggi.

Agen biasanya mengatakan bahwa uang pinjaman tersebut adalah untuk membayar biaya administrasi. Saat mereka mulai bekerja di Hong Kong, potongan gaji pun dilakukan selama sembilan bulan oleh agen yang bersangkutan untuk membayar hutang biaya administrasi yang dimaksud.

Sebuah kelompok anti perdagangan manusia di Hong Kong berkata pada hari Senin bahwa sebanyak 63 dari 1.037 kasus yang diperiksa dari bulan Agustus tahun lalu sampai Juni tahun ini adalah korban perdagangan manusia, dimana kebanyakan diantaranya adalah pembantu rumah tangga, RTHK melaporkan.

Tahun lalu pemerintah mengidentifikasi hanya sembilan korban setelah memeriksa sekitar 4.700 orang.

Seorang mantan anggota legislator Hong Kong bernama Lee Cheuk-yan berkata bahwa pemerintah harus mulai memperhitungkan exkploitasi tenaga kerja.

Sementara itu, IMO memproduksi sebuah video dokumenter yang menceritakan kisah dari tiga korban perdagangan manusia. Salah satu kasus yang termasuk di dalamnya adalah seorang pembantu Indonesia berusia 26 tahun yang mulai bekerja di Hong Kong pada tahun 2015. Dia berkata setiap hari dia mulai bekerja pada pukul 4 pagi dan baru selesai bekerja pada pukul 12 malam, ditambah dia tidak diijinkan keluar rumah majikan sama sekali, termasuk di hari liburnya.

Selama delapan bulan pertama dia bekerja, gajinya dipotong oleh agen. Dia pun meminta bantuan dari seorang tetangga yang membawanya ke departemen kesejahteraan Hong Kong yang kemudian menolongnya mengakhiri “kesengsaraan” nya yang telah berjalan selama sembilan bulan tersebut.

Original: Maids not allowed out and indebted to agencies: report