Seorang pembantu Indonesia berusia 25 tahun telah dipenjara selama delapan bulan setelah mengaku bersalah telah mencubit dan memukul anak perempuan majikannya yang berusia sembilan tahun dan cacat.

Atika dipekerjakan pada bulan Oktober 2017 untuk menjaga bocah perempuan tersebut, yang memiliki sindrom kromosom 18q dengan keterlambatan pertumbuhan, Shin Min Daily melaporkan.

Penderita sindrom ini kehilangan beberapa bagian dari kromosom 18 atau memiliki kelainan pada kromosom tersebut.

Pengadilan mendengarkan pada hari Jumat bahwa pembantu yang bersangkutan menganiaya anak perempuan tersebut dalam beberapa kesempatan yang berbeda antara bulan Januari dan bulan Mei tahun ini pada saat sang pembantu mulai frustasi dalam menjaga anak tersebut.

Kejadian pertama terjadi di bulan Januari, saat pembantu itu memukul kepala sang anak dengan menggunakan sebuah sendok.

Pada tanggal 9 Mei, dia mencubit korban di salah satu lengannya karena bocah perempuan tersebut muntah di wastafel saat sedang dibawa ke dalam kamar mandi.

Pada hari berikutnya, pembantu itu mencakar korban pada tubuh bagian belakang ketika sedang memandikannya, kemudian juga mencubit bibir bagian atas korban dengan keras saat korban mengencingi lantai kamar mandi.

Pembantu tersebut mengaku kepada majikannya bahwa dia juga telah menganiaya sang anak secara fisik dalam beberapa kesempatan lainnya. Pemeriksaan medis menunjukkan lengan, bibir dan bagian tubuh lain korban yang lecet, memar, serta luka-luka lainnya.

Original: Domestic maid jailed for abusing nine-year-old disabled girl