Seorang pembantu Indonesia kehilangan majikannya yang pikun di sebuah stasiun kereta yang begitu ramai di Taipei, dan dia pun menangis saat mendapatkan kembali majikannya tersebut dengan bantuan beberapa petugas kepolisian setempat.

Pembantu perawat bernama Yunia yang hanya mampu berbicara Mandarin pas-pasan tersebut meminta bantuan dari polisi di stasiun kereta Taipei setelah dia terpisah dari majikannya yang telah lanjut usia. Wanita bermarga Hsiao dan berusia 62 tahun yang telah hilang tersebut dikabarkan sudah tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain oleh karena pikun, China Daily News melaporkan.

Pada saat sang pembantu melaporkan kasus tersebut kepada polisi, dia menangis dan gemetaran karena cemas. Seorang polisi di stasiun tersebut, yang bermarga Yen, pun menenangkan pembantu itu dan memintanya untuk memberitahukan ciri-ciri majikannya yang hilang serta lokasi terakhir sang majikan bersama dengannya.

Dari rekaman CCTV akhirnya diketahui bahwa Hsiao menaiki sebuah kereta yang menuju stasiun utama Taipei. Seorang petugas akhirnya menemani sang pembantu dan menghentikan majikan tersebut di sebuah bangsal stasiun. Sementara itu, dua orang anak perempuan Hsiao yang telah diberitahukan mengenai masalah yang terjadi, turut datang ke stasiun tersebut dan bersama dengan sang pembantu, ketiganya akhirnya membawa pulang wanita lansia yang pikun tersebut.

Kepolisian kereta api Taipei mengeluarkan pernyataan himbauan bagi masyarakat untuk memastikan penjaga orang-orang lanjut usia untuk selalu dekat dengan orang yang dijaganya, yang mereka anjurkan untuk memakai lencana nama yang juga berisi informasi penting lainnya seperti kontak keluarga dan sang penjaga itu sendiri.

Original: Maid loses demented employer in crowded Taipei metro station