Seorang pria di Amerika Serikat telah dipenjara selama 130 hari setelah dia terekam dalam sebuah video menggangu seekor banteng bulan lalu di Taman Nasional Yellowstone saat dalam keadaan mabuk, sekalipun dia telah memberikan permohonan maaf kepada hewan liar tersebut di pengadilan.

Raymond Reinke, 55, dari Oregon, ditangkap pada awal bulan ini setelah video yang dimaksud muncul di Internet. Video tersebut menunjukkan sang pria melambaikan lengannya dan lari menuju banteng tersebut, yang pada awalnya mengabaikan pria itu namun kemudian kembali menyerang. Banteng tersebut kemudian pergi setelah Reinke mundur.

“Saya minta maaf kepada kerbau itu. Dia tidak pantas mendapatkan perlakuan yang saya lakukan kepadanya. Saya minta maaf, saya benar-benar tidak berniat untuk menyakiti kerbau itu,” demikian ungkap pria tersebut di pengadilan, dimana dia menghadapi empat tuduhan prilaku tidak baik di taman nasional, ABC FOX Montana melaporkan.

Berdasarkan sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Taman Nasional Yellowstone, Reinke ditangkap ketika mencoba untuk masuk ke Taman Nasional Glacier setelah petugas menghubungkan dirinya kepada insiden-insiden sebelumnya yang menyangkut kemabukan dan gangguan terhadap satwa liar.

“Anda mengejar dan menggangu banteng itu. Anda beruntung banteng itu tidak menyelesaikan perkara itu dan anda masih bisa berdiri di depan saya sekarang,” Hakim Mark Carmon berkata.

Sang hakim memerintahkan Reinke untuk menjalani 60 hari masa tahanan karena menggangu satwa liar, 60 hari karena mengganggu penegakan hukum, ditambah dengan 10 hari untuk kelakuan tidak baik, dipotong dengan 21 hari masa tahanan yang telah dijalani.

Selain itu, terdakwa harus menjalani masa percobaan selama lima tahun tidak diijinkan mengkonsumsi obat ataupun alkohol, disertai dengan wajib berobat berkenaan dengan masalah ketergantungan nya terhadap obat dan alkohol.

Original: Man apologises to bison that he chased, but is still jailed