Seorang remaja putri Malaysia berusia 14 tahun yang diduga telah dianiaya selama empat tahun oleh ibu tirinya yang berasal dari Indonesia, akhirnya memiliki keberanian untuk meminta bantuan kepada gurunya setelah dia terakhir dipukul kepalanya oleh sang ibu tiri.

Kepolisian Subang Jaya mengkonfirmasi sebuah laporan dugaan penganiayaan anak yang diajukan oleh sang korban sendiri, yang ditemani oleh gurunya, pada tanggal 2 Agustus, China Press melaporkan.

Korban pun dibawa ke rumah sakit terdekat untuk melalui pemeriksaan medis, dimana didapati tubuhnya penuh dengan luka-luka lama dan baru. Pada hari yang sama polisi kemudian menangkap sang ibu tiri, seorang wanita Indonesia berusia 33 tahun.

Pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan bahwa korban telah mengalami penganiayaan selama empat tahun semenjak ayahnya menikahi wanita Indonesia tersebut.

Remaja putri itu akhirnya melaporkan kepada gurunya setelah dia dipukul cukup parah di bagian kepalanya pada tanggal 31 Juli.

Sang ayah pun mengaku kepada polisi bahwa istrinya sering memukul anak perempuannya secara brutal dihadapannya. Dia berkata bahwa dia sering mencoba untuk menghentikan istrinya dari memukul putrinya namun istrinya terus melakukan penganiayaan terhadap sang putri.

Ibu tiri tersebut akhirnya ditahan untuk diperiksa berdasarkan undang-undang perlindungan anak Malaysia Pasal 31.

Original: Malaysian girl allegedly abused by Indonesian stepmother