Dua orang wanita asal Asia Tenggara yang sedang melalui persidangan atas kasus pembunuhan pada bulan Februari 2017 terhadap Kim Jong-nam, saudara tiri terasing dari pemimpin Korea Utara, diperintahkan hari ini oleh sebuah pengadilan tinggi di Malaysia untuk melakukan pembelaan terhadap tuntutan jaksa, untuk melihat apakah kedua terdakwa dapat dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

Hakim Azmi Ariffin memutuskan bahwa jaksa penuntut memiliki cukup bukti untuk melanjutkan kasus terhadap dua tersangka, warga negara Indonesia Siti Aisyah, 26, dan warga negara Vietnam Doan Thi Hoang, 29, yang mana keduanya mengaku “tidak bersalah” pada saat sidang mereka dimulai Oktober lalu. Keduanya dituduh membunuh dengan racun dan menghadapi hukuman mati apabila terbukti bersalah.

Hakim Malaysia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya “persekongkolan yang terencana dengan baik” antara kedua wanita dan beberapa suruhan dari Korea Utara yang masih buron, menandakan dugaan bahwa kedua tersangka memiliki niat yang sama untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Perintah pengadilan hari ini akan memperpanjang proses persidangan yang diawasi sangat ketat oleh berbagai pihak, yang mana akan dimulai lagi pada bulan November, dengan Siti sebagai saksi pertama.

“Kami sangat menyesalkan keputusan tersebut,” pengacara Siti, Gooi Soon Seng, berkata kepada reporter. “Ini bukan berarti pengadilan telah menemukan mereka bersalah. Pengadilan ingin mendengarkan versi mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Doan juga akan bersaksi di pengadilan, namun masih belum jelas kapan yang bersangkutan akan melakukan hal tersebut.

Gooi sebelumnya telah mendeskripsikan pemeriksaan yang dilakukan berkenaan dengan kasus ini sebagai pemeriksaan yang “buruk” dan “berat sebelah”, namun dia bersikeras bahwa klien nya akan dibebaskan karena jaksa penuntut telah gagal menunjukkan motif yang jelas dalam pembunuhan tersebut.

Persidangan tersebut sekarang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan.

Kim dibunuh di Bandara Udara Internasional Kuala Lumpur tahun lalu tepat sebelum dia menaiki sebuah pesawat menuju Makau. Rekaman CCTV tampak menunjukkan kedua tersangka menghampiri Kim, dan salah satu diantara kedua wanita tersebut mengolesi wajah korban dengan zat yang pemeriksa percayai sebagai agen saraf beracun VX, yaitu sebuah zat terlarang yang diklasifikasikan oleh PBB sebagai senjata pemusnah massal.

Original: Kim Jong-nam murder suspects one step closer to death