Seorang pembantu Indonesia yang dituduh menaruh air kencing dalam botol air majikannya akhirnya mendapati tuduhan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Tuen Mun pada hari Rabu.

Septiana Rahayu, 24, dalam sidang sebelumnya dituntut atas satu tuduhan menaruh racun atau zat berbahaya lainnya dengan niat untuk mencelakakan. Dia muncul dalam sidang yang kedua kalinya dimana tuntutan tersebut dibatalkan, Apple Daily melaporkan.

Pengadilan sebelumnya memahami bahwa tersangka menaruh air kencing dalam sebuah botol air, sebelum memberikannya kepada majikan perempuannya yang bermarga Tam di sebuah apartemen di Tuen Mun, New Territories pada tanggal 26 Mei.

Menurut laporan yang ada, Tam kemudian merasa ada bau yang ganjil dari dalam botol tersebut pada saat dia meneguk air dari botol yang dimaksud.

Jaksa berkata bahwa pembantu itu mengakui dalam pemeriksaan kepolisian bahwa dirinya telah menaruh air kencing dalam botol, namun jaksa juga mengatakan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, tidak ditemukan kandungan air kencing sama sekali dalam air di botol tersebut, sehingga tuduhan tersebut pun akhirnya dibatalkan.

Original: Charge against maid of adding urine to water bottle dropped