Trend yang semakin marak di Singapura dimana pembaca mengirim surat kepada surat kabar untuk mengeluh mengenai kelakuan para pekerja rumah tangga di hari libur mereka tampaknya semakin meningkat.

Surat keluhan yang paling terbaru mengungkapkan masalah mengenai pekerja rumah tangga asing yang “menggoda” pria lansia di kafe-kafe di Kallang, Singapura.

Seorang pembaca Shin Min Daily News pria berusia 70 tahun melihat apa yang menurutnya adalah kelakuan yang tidak baik oleh beberapa pembantu bersama dengan beberapa pria di sebuah kedai kopi di Jl. Boon Keng Atas blok HDB selama dua bulan belakangan ini. Menurut surat tersebut, telah terjadi juga transaksi uang dalam bentuk tips dari para pria tersebut kepada beberapa pembantu rumah tangga.

Reporter pun mengunjungi kafe yang bersangkutan pada hari Minggu lalu dan menemukan lima wanita asing yang mengenakan pakaian tidak seronok dan make-up yang berlebihan, duduk bersama dengan beberapa pria lansia, menghibur dan mengijinkan para pria ini membelai-belai mereka.

Beberapa pemilik usaha di sekitar tempat itu memberitahukan kepada reporter bahwa, berdasarkan pembicaraan dengan para wanita tersebut, mereka adalah pembantu rumah tangga asing.

Beberapa warga dikabarkan tidak senang melihat kelakuan bermesra-mesraan di muka umum tersebut yang menurut mereka merupakan tindakan yang tidak bermoral dan merendahkan diri dan tidak pada tempatnya, khususnya di daerah dimana ada banyak anak-anak bermain pada akhir pekan.

Seorang agen tenaga kerja berkata apabila para wanita asing tersebut benar-benar pembantu rumah tangga, itu berarti mereka telah melanggar ijin tinggal mereka di Singapura karena dianggap bekerja sebagai “gadis bar” pada hari libur mereka.

Original: Residents complain of sexily-clad maids flirting in coffee shop