Seorang sarjana Indonesia yang mencintai bahasa dan budaya Tionghoa telah menguasai bahasa Mandarin di Tainan – kota tertua dan kelima terbesar di Taiwan – dan telah memulai pertukaran budaya dengan memperkenalkan bahasa ibu nya kepada pelajar universitas lokal disana.

Beni Setya Nugraha, seorang dosen otomotif di sebuah universitas di Yogyakarta telah di rekomendasikan oleh universitas nya di Indonesia serta pemerintah Indonesia sendiri pada tahun 2013 untuk mengambil program doktoral di Universitas Kun Shan di Tainan, Taiwan, China Daily News melaporkan.

Nugraha yang memang sudah memiliki ketertarikan khusus pun melanjutkan pendalaman pengetahuannya mengenai bahasa dan budaya Tionghoa di Taiwan. Dalam tahun pertama, dia menghadiri kelas di Pusat Bahasa Tionghoa di Universitas Kun Shan, dimana staff pengajar memberikan materi kuliah sementara pelajar lokal yang memberikan sesi-sesi kelas tutorial.

Dari awal hingga tahun kedua, sarjana asal Indonesia terrsebut telah berhasil terpilih menjadi salah satu tenaga tutor untuk pelajar-pelajar asing lainnya yang berkesulitan untuk mengikuti pelajaran bahasa Mandarin.

Pada tahun ketiga di tahun 2016, Nugraha akhirnya diangkat menjadi staff pengajar untuk mengajar Bahasa Indonesia kepada pelajar Taiwan. Dalam waktu senggang, dia menikmati fotografi dan bersepeda sembari mengeksplorasi Taiwan.

Original: Indonesian learns Mandarin, promotes own language