Seorang pria Indonesia telah dipenjara selama tiga bulan disertai dengan denda sebesar 5.000 ringgit (US$1.234) pada hari Selasa setelah dia mengaku bersalah telah menggunakan sebuah kartu identitas palsu dan mengaku sebagai warga negara Malaysia selama 30 tahun.

Pria berusia 54 tahun tersebut juga akan segera dideportasi kembali ke negara asalnya setelah dia menyelesaikan masa tahanan nya di Malaysia.

Kebohongan pria tersebut ketahuan oleh petugas kantor departemen pendataan nasional di Malacca pada saat yang bersangkutan hendak memperbaharui kartu identitas Malaysianya pada tanggal 27 Juli pukul 10 pagi, China Press melaporkan.

Kartu identitas yang dia hendak perbaharui didapati palsu dan dia pun akhirnya mengaku kepada petugas bahwa dia mendapati kartu tersebut dari seorang teman setelah membayar 500 ringgit.

Pengadilan mengetahui bahwa pria Indonesia tersebut masuk Malaysia pada tahun 1981. Dia telah tinggal di Malaysia melampaui batas ijin tinggal dan kemudian dia menikahi seorang wanita lokal dan berhasil menyamar sebagai seorang warga negara lokal yang sah dengan menggunakan kartu identitas palsu tersebut selama 28 tahun.

Pria tersebut pun dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dan denda sebesar 5.000 ringgit. Apabila dia tidak dapat membayar denda maka dia akan dipenjara selama 12 bulan.

Setelah menyelesaikan masa penjara, pria tersebut akan segera dipulangkan ke Indonesia.

Original: Indonesian jailed, to be sent home for posing as a Malaysian