Sebuah agensi tenaga kerja di Singapura yang mempromosikan pekerja rumah tangga lewat sebuah komunitas online sedang diperiksa oleh Kementerian Sumber Daya Manusia Singapura atas tuduhan menawarkan wanita sebagai barang untuk dijual.

Seorang pengguna yang memakai nama “maid.recruitment” (“perekrutan.pembantu” dalam Bahasa Indonesia) diduga “menawarkan” beberapa wanita Indonesia lewat Carousell – sebuah komunitas online bagi pengguna smartphone untuk menjual-beli barang-barang baik baru maupun bekas, The Straits Times melaporkan.

Wajah dan data-data pribadi para pekerja rumah tangga, seperti nama dan usia, terlihat jelas pada halaman akun yang bersangkutan, yang kemudian dihapus pada tanggal 15 September oleh pihak Carousell, yang juga membatalkan akun tersebut.

Seorang juru bicara dari Carousell memberitahukan kepada media bahwa telah ditemukan sekitar 50 penawaran serupa oleh akun yang bersangkutan dan semuanya telah dihapus karena melanggar peraturan perusahaan tersebut mengenai iklan yang melibatkan individu dan data pribadi mereka.

Kementerian SDM Singapura pun diberitahukan mengenai pekerja rumah tangga yang diiklankan secara tidak pantas tersebut, dan pemeriksaan berdasarkan UU Agensi Tenaga Kerja Bab 11 pasal 1c pun dilakukan untuk menemukan apakah agensi yang bersangkutan telah membahayakan para pekerja tersebut.

Pemilik akun Carousell yang dimaksud pun akan dilacak keberadaannya oleh pihak kementerian dan diperiksa apakah akun tersebut benar mewakili agensi yang sah dan terdaftar di Singapura.

Agensi yang beroperasi tanpa ijin resmi dapat didenda sebesar S$80.000 dan dipenjara paling lama dua tahun apabila didapati memberikan layanan penyediaan pekerjaan, sementara orang-orang yang memakai layanan yang disediakan oleh agensi ilegal dapat didenda paling besar S$5.000.

Original: Agency allegedly put workers up for sale on website