Sebanyak 15 pekerja migran Indonesia akan dilatih menjadi perawat di Taiwan dalam sebuah program yang disponsori secara bersama oleh Rumah Sakit New Taipei City dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Program tersebut mendukung kebijakan baru pemerintah Taiwan mengenai tenaga kerja perawat dan melibatkan dua hari kursus pelatihan.

Wakil Kepala Rumah Sakit New Taipei City Wang Tsu-Chi berkata bahwa untuk menyediakan perawatan yang lebih baik kepada pasien dengan kebutuhan jangka panjang, sangatlah penting untuk membentuk tenaga perawat yang professional dan berkualifikasi, Taiwan Shin Sheng Daily News melaporkan.

Kelima belas PMI yang dimaksud akan diundang ke rumah sakit yang bersangkutan untuk mengikuti program dua hari yang terdiri dari 12 sesi belajar dan demonstrasi dari pelatih, kemudian mereka akan diberikan waktu yang cukup untuk latihan praktek.

Kursus pelatihan tersebut akan mengajarkan berbagai macam keahlian, termasuk menyuapi makan dengan sendok dan dengan tabung, memperkenalkan kepada pasien perihal kebersihan pribadi, membantu pasien beraktivitas sehari-hari dan berolah-raga, melakukan pemeriksaan umum terhadap kondisi tubuh pasien, serta memberikan perawatan dalam keadaan darurat, seperti resusitasi dan penggunaan alat-alat yang berhubungan dengannya.

Program ini akan dilakukan di kelas-kelas kecil dengan tenaga pengajar yang merupakan perawat-perawat berpengalaman, disertai dengan tenaga penerjemah yang siap membantu apabila ada kesulitan dalam masalah bahasa.

Semenjak diluncurkannya program ini di bulan Juli tahun lalu, lebih dari 122 peserta dari Indonesia dan Vietnam telah mengikutinya. Keprofesionalan dan kontribusi para tenaga perawat yang telah mengikuti program ini telah diterima dengan baik oleh para pasien dan keluarga mereka.

Original: Bank Negara Indonesia helps train 15 nationals in Taipei