Seorang pastur katolik di Indonesia telah memerangi perdagangan manusia selama lebih dari lima tahun. Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, 38, berkata bahwa Batam telah menjadi tempat transit para pekerja ilegal di Provinsi Kepulauan Riau.

Dia berkata masalah perdagangan manusia telah menjadi bagian dari hidupnya sehari-hari sementara bekerja di Batam, The Catholic Register melaporkan.

Menurut pastur tersebut, dia beserta tim nya telah menyelamatkan setidaknya 500 korban perdagangan manusia semenjak 2013. Kebanyakan dari para korban adalah wanita dan anak-anak yang hendak dipekerjakan menjadi pekerja rumah tangga di negara-negara lain, khususnya Malaysia.

“Mereka tidak memiliki dokumen dan ditipu oleh perekrut yang mengiming-imingi dengan gaji besar,” demikian ungkap Saturnus, yang menambahkan bahwa sedikitnya 10 pelaku perdangangan manusia telah ditangkap dalam lima tahun belakangan ini dan mereka menjalani masa tahanan antara satu sampai sembilan tahun.

“Gereja di Indonesia telah melakukan banyak, namun kita perlu bertindak lebih cepat lagi dan melakukan lebih banyak lagi apabila kita hendak menandingi para pelaku perdagangan manusia ini,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa lebih dari satu juta diantara enam juta warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri direkrut secara ilegal dan kemungkinan besar dieksploitasi oleh perekrut atau majikan mereka.

Original: Catholic priest in Indonesia fights human traffickers