Tiga pelaut asal Indonesia yang diculik telah dibebaskan kemarin di Filipina selatan.

Pada bulan Januari 2017, Hamadam Bin Salim, 34, Subande Satto, 27, dan Sudarlan Samansung, 41, sedang berada dalam sebuah kapal cepat di perairan dekat pulau Tawi-Tawi ketika mereka disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, AFP melaporkan.

Ketiganya kemarin dilepaskan di kota Indanan di Sulu, Filipina selatan. Dilepaskannya ketiga WNI ini diperkirakan karena tekanan dari militer Filipina terhadap kelompok Islam radikal di Filipina tersebut, demikian ungkap LetKol Gerry Besana yang dikutip oleh AFP.

Sebuah surat pernyataan resmi dari militer Filipina berkata bahwa ketiganya kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit militer untuk pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada seorang diplomat asal Indonesia yang akan membawa mereka ke Kedutaan Besar RI di Manila.

Tidak ada uang tebusan yang dibayar berkenaan dengan dilepaskannya ketiga sandera ini.

Kelompok Abu Sayyaf beroperasi di perairan sekitar Malaysia dan Filipina dan terdiri dari orang-orang militan yang aktif semenjak tahun 1990-an. Kelompok ini dibentuk dengan dana dari Osama bin Laden yang kemudian terus beroperasi dengan uang tebusan yang didapat dari setiap penculikan yang mereka lakukan.

Saat ini Abu Sayyaf diketahui masih menahan 11 orang sandera lainnya.

Original: Kidnapped Indonesian fishermen set free in the Philippines