Dengan Taiwan terus menerima pekerja migran dan para imigran baru dari negara-negara Asia Tenggara yang jumlahnya semakin meningkat, pemberitahuan kereta api dalam beberapa bahasa yang bersangkutan bagi para penumpang di saat darurat telah menjadi prioritas utama, demikian dinyatakan oleh Administrasi Kereta Api Taiwan.

Menurut data-data resmi, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Taipei setiap harinya adalah sekitar 460.000 orang, sementara di akhir pekan atau disaat hari-hari raya, jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 600.000, United Daily News melaporkan.

Sangatlah penting untuk mengevakuasi kerumunan penumpang secara cepat dan teratur, serta mengarahkan agar para imigran dan pekerja migran tetap tenang dan mendapatkan informasi yang tepat ketika sedang dalam keadaan darurat.

Administrasi Kereta Api yang bersangkutan telah melakukan tes atas sistem pemberitahuan darurat mereka yang tersedia dalam beberapa bahasa yang berbeda, dimulai dengan Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan bahasa Vietnam, dalam sebuah latihan bencana berskala besar yang mereka lakukan di stasiun utama Taipei dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Taipei di bulan Juni.

Sementara itu, beberapa sukarelawan dari negara-negara Asia Tenggara akan bertugas pada akhir pekan di Stasiun Taipei dan Stasiun Taoyuan untuk menolong orang-orang asing yang kehilangan barang atau sedang mencari orang yang hilang.

Original: Railway warnings to broadcast in SE Asian languages