Sebuah persetujuan perdagangan bebas antara Australia dan Indonesia dalam waktu dekat ini akan mengijinkan ribuan warga negara Indonesia untuk mengunjungi Australia dengan visa liburan kerja.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham berkata “beberapa ribu” orang akan diberikan ijin masuk ke negaranya dengan visa yang dimaksud, serta kuota untuk visa pelajar akan ditambahkan, Bega District News melaporkan. Dia berkata kepada Sky News bahwa jumlah ini adalah penting sekalipun terbilang cukup kecil.

Birmingham menambahkan bahwa perdagangan antara kedua negara saat ini sudah bernilai 16,5 milyar dollar Australia (11,83 milyar dollar US), dan kesempatan untuk menjadi negara dengan perekonomian kelima terbesar di dunia sudah ada di ambang pintu bagi Australia, menurut laporan berita The Australian.

Dia juga berkata bahwa kesepakatan yang dimaksud akan berguna bagi beberapa sektor ekonomi di Australia, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan industri logam. “Hampir semua sektor akan melihat peningkatan yang signifikan,” demikian ungkap sang senator dari Australia tersebut.

Yang paling penting bagi kedua belah pihak adalah melihat peningkatan investasi dua arah.

Jumat lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden RI Joko Widodo menandatangani sebuah MOU yang akan membawa kedua negara kepada sebuah kesepakatan yang akan ditandatangani sebelum 25 Desember tahun ini. Kesepakatan yang dimaksud dikabarkan akan menghilangkan seluruh bea impor dan memotong pajak ekspor sebesar 99 persen.

Beberapa warga negara Australia tidak setuju dengan kesepakatan tersebut. Mereka mempercayai bahwa persetujuan ini akan berarti memperkenalkan lebih banyak lagi tenaga kerja murah untuk usaha-usaha besar, yang mana ditakuti akan melemahkan pasar tenaga kerja lokal.

Original: Rise in Australia working holiday visas for Indonesians